Selain itu, tambah Muntasir, tantangan dilapangan saat ini, listrik dan saluran komunikasi masih belum pulih (blackout). Yang kemudian sangat berdampak pada distribusi logistik, pasokan air bersih dan pendataan serta distribusi Gas LPG masih sering tersendat, pengisian BBM antrean panjang, begitu pula kebutuhan tenda dan penerangan tempat pengungsian sangat mendesak dibutuhkan.
Muntasir melanjutkan, ketersediaan obat-obatan untuk pelayanan kesehatan dan alat berat untuk membuka akses darat masih terbatas, terutama jalan desa yang saat itu terisolir. Akan tetapi, Bupati Aceh Utara Ayah Wa sudah melaporkan langsung terkait sejumlah persoalan dan kendala tersebut serta meminta bantuan dari Pemerintah Aceh dan Pusat.
Data Informasi Posko Banjir Aceh Utara mencatat, banjir telah berdampak pada 124.544 Kepala Keluarga (KK) atau 428.271 jiwa. Dari jumlah tersebut, 18.858 KK atau 71.637 jiwa terpaksa mengungsi.
Kelompok rentan menjadi perhatian khusus dalam penanganan bencana ini. Tercatat 1.309 ibu hamil, 8.626 balita, 5.502 lansia dan 382 penyandang disabilitas turut terdampak dan sangat membutuhkan pendampingan intensif.
Selain menimbulkan korban jiwa, banjir juga menyebabkan kerusakan besar pada permukiman warga. Sebanyak 117.291 rumah terendam, 1.219 rumah dilaporkan hilang, sementara 16.793 unit mengalami rusak berat, 6.134 rusak sedang, dan 15.126 rumah rusak ringan.




