Sektor pertanian dan infrastruktur turut terdampak. 18.858 hektare sawah dan 71.637 tambak terendam banjir dan tertimbun lumpur, sementara 432 ruas jalan, 60 unit jembatan, 78 titik tanggul sungai, 21 unit irigasi, 383 fasilitas pendidikan (TK, SD dan SMP), 83 fasilitas kesehatan (Pustu dan Puskemas), 232 pesantren (dayah) 64 masjid serta IKM 1791, UMKM 14.648 serta 14 unit Kios atau Pasar Pemda mengalami kerusakan dengan tingkatan yang berbeda-beda.
Muntasir menegaskan, Bupati Aceh Utara H. Ismail A Jalil bersama Forkopimda terus berkoordinasi dengan Pemerintah Aceh dan Pusat melalui OPD BNPB, TNI-Polri, Kementerian, Relawan agar mempercepat proses penanganan tanggap darurat, pendataan lanjutan dan penyaluran bantuan kemanusiaan serta pembangunan hunian sementara pasca tanggap darurat.
Mengingat bulan ramadhan tidak terlalu lama lagi, Bupati Aceh Utara Ayah Wa sudah meminta Pemerintah Provinsi dan Pusat agar segera membangun hunian sementara supaya pengungsi tidak terlalu lama tinggal dibawah tenda, mengingat cuaca sering hujan, diperparah dengan kondisi pemadaman listrik dan saluran komunikasi sering lumpuh.
Berdasarkan data penerimaan dari Dinas Sosial Kabupaten Aceh Utara pertanggal, 22 November sampai 9 Desember 2025 terhitung, sebanyak 347.157 Ton beras telah disalurkan, kemudian air minum, mie instan, minyak goreng, makanan cepat saji, roti biskuit, sarden, telur, kecap, sambal, selimut, perlengkapan sekolah, pampers, pakaian, pembalut, selimut, paket sembako, tenda dan obat-obatan.




