TAPAKTUAN (MA) — Sedikitnya enam orang pengungsi Rohingya Myanmar dilaporkan mengalami sakit, sehingga terpaksa dievakuasi ke daerah untuk mendapatkan pengobatan, Ahad (20/10).
Ke-enam pengungsi yang sakit itu yakni, sebanyak empat orang perempuan dan dua orang laki-laki.
Sebagaimana janji pihak UNHCR, bahwa lembaganya akan mengurus jika ada pengungsi yang sakit.
Perwakilan UNHCR Faisal, mengatakan, pihaknya melakukan kordinasi dengan pihak manapun untuk menangani manusia perahu itu.
“Kita perlu memastikan kesehatan mereka, bila ada yang sakit ringan kita akan mengobati dan memberikan obat langsung di kapal, namun bila sakit berat akan evakuasi dan diobati di darat, setelah sembuh dikembalikan ke kapal,” kata Faisal.
Dilaporkan, proses evakuasi oleh Tim Basarnas Meulaboh berjalan lancar hingga ke RSUD dr. H. Yuliddin Away Tapaktuan.
“Dengan menggunakan tiga unit mobil, Alhamdulillah evakuasi berjalan lancar dan tidak ada kendala, serta seluruh pengungsi yang sakit sudah dibawa ke RDUD dr. H. Yuliddin Away Tapaktuan,” kata Kordinator Tim Basarnas Meulaboh Juanda.
Dia merincikan, pengungsi yang sakit itu, terdiri dari satu orang wanita hamil, dua orang anak-anak yang terdiri dari satu perempuan dan satu laki, dua perempuan dewasa dan dua orang laki-laki dewasa.




