Ribuan Masyarakat Menghadiri HUT Bireuen Ke – 20 Dimeriahkan Oleh Event Festival Percussion Internasional

Bireuen, (MA) – Ribuan masyarakat Bireuen sangat antusias menyambut Hari Ulang Tahun ( HUT ) Bireuen yang ke 20. Ulang tahun tersebut dimeriahkan semalam, Sabtu ( 12/10/2019 ) di stadion Cot Gapu Bireuen.

Dalam menyambut Hari lahirnya Kabupaten Bireuen yang ke 20 banyak festival yang diadakan oleh pemerintah setempat salah satunya adalah event Festival Percussion atau Rapai Internasional yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Bireuen dalam memeriahkan acara ini adanya kerjasama Dewan Kesenian Aceh (DKA) Bireuen dan Pemerintah Aceh serta Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Aceh.

Pantauan media, Ribuan masyarakat sangat antusias menyambut hari jadi Kabupaten Bireuen dan menyaksikan acara hiburan berbentuk penampilan Seni dan Budaya Aceh.

Untuk menyaksikan acara pembukaan tersebut Masyarakat berbondong – bondong memadati lapangan ternama Bireuen itu dengan sanak keluarganya, baik anak – anak, remaja, tua dan muda. Bukan masyarakat Bireuen aja yang hadir di acara itu, ada juga dari Kabupaten lain malah luar negeri pun ada.

Saat malam pembukaan acara event bergensi itu adanya penampilan dari Muhammad Yufi salah satu pemain drum band, setelah itu dilanjutkan dengan penampilan Marching Band Gita Batee Kureng SMPN 1 Bireuen.

BACA JUGA...  Wakapolda Aceh Pimpin Upacara HUT RI Ke-80 

Pembukaan Aceh International Percussion ini ditandai dengan penambuhan musik seni rapai Aceh oleh Bupati Bireuen, Wakil Bupati Bireuen, Asisten I Pemerintah Aceh, Kepala Dinas Pariwisata Aceh, Ketua DPRK Bireuen dan Ketua DKA Bireuen serta unsur Forkopimda Bireuen diatas panggung yang megah itu, terkesan sangat memukau para pengunjung dari berbagai ribuan lapisan masyarakat yang menyaksikan event internasional pada HUT Bireuen Ke-20 kali ini.

Pada saat peresmian dan pembukaan acara Festival Seni Budaya Aceh berskala Internasional, turut dimeriahan oleh perwakilan Pemerintah Aceh dengan penambuhan rapai secara bersama serta pesta kembang api yang menyala menghiasi langit di atas stadion yang disambut dengan rasa kagum suara sorakan dari para penonton.

Bupati Bireuen, H Saifannur S.Sos, mengatakan bahwa budaya Aceh tentu sangat hebat dan perlu dilestarikan hingga kepelosok negeri, yaitu salah satunya adalah Kesenian dan Kebudayaan alat musik rapai. Tentu rapai ini berasal dari Aceh dan setiap Kabupaten Kota di Aceh dalam berbagai acara masyarakat Aceh sering dikenal dengan piasan Rapai Dabus.

“Kita Aceh adalah bangsa yang besar dan hebat,dengan memiliki nilai budaya warisan nenek moyang kita yang tak bisa dipisahkan dalam kehidupan peradaban historis dan filosofis semangat juang masyarakat Aceh.

BACA JUGA...  Jawa Timur Juarai Sepak Bola PON Aceh-Sumut

“Tentu tantanan kehidupan nilai – nilai seni budaya Aceh ini yang tertanam melalui leluhur. Mari kita lestarikan sejarah ini kepada anak cucu kita hingga masyarakat luas, baik ditingkat lokal,nasional dan masyarakat internasional (manca negara) bisa tertarik terhadap Aceh yang sudah Damai untuk berkunjung melihat sektor investasi parawisata,” ucapnya.

Dikatakan, Sehingga nilai – nilai seni budaya Aceh yang ada nilai jual tinggi sektor ekonomi,melalui mempromosikannya baik dalam negeri dan maupun keluar negeri pada potensi sektor pariwisata Aceh kemasyarakat dunia.

Dalam sebuah petuahnya Hadih Maja Aceh, Bupati Bireuen turut menyampaikan, “Mate Aneuk Meupat Jrat, Gadoeh Adat Hoe Tamita,”.

Tentu ini mencerminkan nilai – nilai seni budaya Aceh, tentu sungguh jauh sangat lebih penting kita selamatkan dari pengaruh zaman identitas seni budaya ke Acehan ini tentu wajib kita lestarikan,”ujar H.Saifannur S.Sos

Sementara itu Asisten I Pemerintah Aceh, Teuku Ahmad Dadek, mewakili Plt Gubernur Aceh dalam sambutannya mengatakan , bahwa Rapai ini adalah salah satu bagian dari seni dan budaya Rakyat Aceh, tentu tidak bisa lepas dari kehidupan masyarakat daerah Aceh, baik itu secara filosofïs atau pun secara kultural maupun historisnya.
Rapai ini merupakan salah satu alat musik perkusi tradisional asli daerah Aceh.

BACA JUGA...  Diduga Pupuk Subsidi untuk Petani di Bener Meriah Dijual  diatas Harga HET, GMNI Desak Penegakan Hukum

“Rapai sering kita jumpai di acara – acara besar seperti acara pernikahan, pasar malam, sunat rasul, tarian daerah, peringatan ulang tahun dan acara adat istiadat lainnya dalam tantanan kehidupa masyarakat Aceh yang mesti wajib dilestarikan oleh Pemerintah,” sebut Asisten 1 Pemerintah Aceh itu.

Selanjutnya, penampilan 450 orang Grup Rapa padai puncak pada malam itu yang sangat luar biasa melalui dengan tampilnya seni kolosal Rapai Pulot Geutimpeng membuat hipnotis para masyarakat untuk menyaksikan acara tersebut.

Grup rapai itu diciptakan jajaran pengurus DKA Bireuen yang di komandoi oleh Ketua H Mukhlis A.Md, bersama Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Bireuen, Seni kolosal Rapai Pulot Geurimpheng  tersebut diasuh dibawah Syech Ayi.

Setelah itu acaranya ditutup dengan penampilan Penyanyi Lokal Aceh Joel Pasee,para penonton menerobos pagar pembatas ingin menonton lebih dekat meskipun diguyur hujan. Dan minggu malam nanti akan juga tampil beberapa Seni Budaya luar negeri dan dalam negeri yang memukau ribuan masyarakat Bireuen yang haus hiburan Kesenian Budaya Aceh di HUT Bireuen Ke 20 ini. (Iqbal-Maimun).