Revisi UUPA, Usman Lamreung: Jangan Khianati MoU Helsinki dengan Logika Otonomi Biasa

Sabtu, 20 September 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Lembaga Emirates Development Research (EDR), Dr. Usman Lamreung, M.Si,

Direktur Lembaga Emirates Development Research (EDR), Dr. Usman Lamreung, M.Si,

“Jika revisi UUPA hanya dipandang dari sudut UU Pemda, maka sejak awal tidak akan pernah ada perundingan damai. MoU Helsinki adalah lex specialis yang melampaui aturan umum, bukan subordinat dari regulasi otonomi daerah,” tambah Usman.

Pandangan ini sejalan dengan pernyataan Mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla, yang menjadi salah satu arsitek perdamaian Aceh. JK menegaskan bahwa setiap upaya revisi UUPA harus berlandaskan MoU Helsinki. Menurut Usman, pernyataan JK bukanlah sekadar opini politik, melainkan pengingat penting dari seorang saksi sejarah yang memahami betapa rapuhnya kepercayaan jika janji damai diingkari.

BACA JUGA...  Tokoh Gayo Gelorakan Kembali Perjuangan Provinsi ALA

Lebih jauh, Usman mengingatkan bahwa mengabaikan MoU Helsinki dalam revisi UUPA tidak hanya melanggar semangat perdamaian, tetapi juga berpotensi menggerus legitimasi negara di mata rakyat Aceh. “Kalau pusat terus memaksakan logika teknokratik dan mengabaikan akar historis, yang lahir bukan stabilitas, melainkan ketegangan baru,” ujarnya.

Bagi Aceh, UUPA bukan sekadar perangkat hukum, melainkan simbol penghormatan atas perjalanan panjang konflik menuju rekonsiliasi. Karena itu, revisi UUPA harus dimaknai sebagai ujian komitmen negara dalam menjaga kepercayaan rakyat Aceh. Jika MoU Helsinki terus diabaikan, publik berhak mempertanyakan apakah perdamaian ini sungguh-sungguh dihargai atau hanya dijadikan instrumen politik sesaat.

BACA JUGA...  Jelang Hari Adhyaksa, Kejari Bireuen Laksanakan Seminar Hukum

Berita Terkait

Ketua Umum SPS: AI Harus Jadi Pengungkit Bisnis Pers
Purbaya Mulai Mengimbangi Perhatian Publik terhadap Prabowo
Pasar di Aceh Selatan Sepi, Ini Penyebabnya 
Jelang HUT TNI Ke-81, Warga Serbu Pasar Murah 
Bunda Salma Serahkan Kursi Roda untuk Warga Lumpuh
Buaya Masih Berkeliaran, Bupati Terkesan Lepas Tangan
Iskandar: Terima Kasih Ayah Wa, Sudah Mengobati ODGJ di Aceh Utara 
Barona: ODGJ Kita Tangani Berdasarkan Perintah Ayah Wa

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 11:10 WIB

Ketua Umum SPS: AI Harus Jadi Pengungkit Bisnis Pers

Selasa, 22 September 2026 - 18:30 WIB

Purbaya Mulai Mengimbangi Perhatian Publik terhadap Prabowo

Selasa, 22 September 2026 - 17:58 WIB

Jelang HUT TNI Ke-81, Warga Serbu Pasar Murah 

Selasa, 22 September 2026 - 16:15 WIB

Bunda Salma Serahkan Kursi Roda untuk Warga Lumpuh

Selasa, 22 September 2026 - 07:42 WIB

Buaya Masih Berkeliaran, Bupati Terkesan Lepas Tangan

Berita Terbaru

NEWS FEATURE

SLCN Perkuat Kesiapsiagaan Nelayan Hadapi Cuaca

Rabu, 23 Sep 2026 - 17:46 WIB

RAGAM BERITA

Pilar Wirotama: Tantangan Komunikasi Bukan Sekadar Framing

Rabu, 23 Sep 2026 - 11:15 WIB

NASIONAL

Ketua Umum SPS: AI Harus Jadi Pengungkit Bisnis Pers

Rabu, 23 Sep 2026 - 11:10 WIB

Foto bersama kedutaan besar Myanmar, Mang Hau Thang didampingi Counsellor Shwe Yi Phyo, First Secretary San Nyunt Aung, dan Chief of Chancery Htet Htet Aung dan KSMI, Ketua Umum Yan Mulia Abidin, dan pengurus lainnya, Tundra Meliala, Moko Pamungkas, Meina Paloh, M. Iksan Tauleka, Dudung Abdul Rachman, Marino. (Dok.KSMI)

OLAHRAGA

Perkuat Persahabatan Asia, Myanmar Bergabung 

Rabu, 23 Sep 2026 - 11:05 WIB

NASIONAL

Purbaya Mulai Mengimbangi Perhatian Publik terhadap Prabowo

Selasa, 22 Sep 2026 - 18:30 WIB