Dijelaskannya, ditahap pertama dari penerapan sistem digital ini dilakukan melalui penyebaran perangkat Electronic Fiscal Devices (EFD) di sektor-sektor PBJT seperti jasa penjualan makanan dan minuman, perhotelan/penginapan, serta tempat hiburan yang tersebar di seluruh kecamatan, terutama wilayah kota dan destinasi wisata unggulan seperti Danau Lut Tawar dan sekitarnya.
Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah optimis bahwa hingga akhir tahun 2025, target PAD akan tercapai bahkan berpotensi mengalami over target, seiring dengan kuatnya komitmen lintas perangkat daerah serta dukungan aktif dari masyarakat dalam mewujudkan kemandirian fiskal daerah.
Dengan semangat kolaborasi, digitalisasi, dan inovasi berkelanjutan, Aceh Tengah terus menunjukkan tekad kuat untuk bangkit, menggali potensi daerah secara maksimal, dan menjadikan sektor pajak sebagai fondasi utama pembangunan daerah, pungkas Anhar.
Sementara Presma Universitas Gajah Putih (UGP) Takengon, Asraf dalam sebuah media online menyatakan dirinya turut prihatin dengan Pendapatan Kabupaten Aceh Tengah terendah se-Aceh.
Menurut Asraf, presentasu realisasi pendapatan Aceh Tengah sampai dengan Juli 2025, hanya sebesar 23,86 persen. Dimana persentase itu merupakan terendah di seluruh Kabupateb/Kota di Aceh.




