“Kami tidak tinggal diam. Setiap triwulan kami lakukan evaluasi dan penyempurnaan strategi untuk mencegah kebocoran serta memperluas basis data potensi pajak,” lanjutnya.
Sebagai bentuk keseriusan dalam mendorong percepatan optimalisasi pendapatan daerah, Bupati Aceh Tengah telah menugaskan Wakil Bupati Aceh Tengah untuk fokus memimpin dan mengkoordinasikan langkah-langkah upaya optimalisasi PAD dan percepatan realisasi digitalisasi pemungutan Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. ‘Langkah ini menjadi bagian penting dalam agenda reformasi fiskal daerah guna menciptakan sistem pemungutan yang lebih efisien, transparan, dan akuntabel,” ungkapnya.
“Capaian PAD semester kita di awal TA 2025 sebesar 46,53 Persen tersebut juga dinilai cukup kompetitif dibandingkan sejumlah kabupaten lain di Provinsi Aceh,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah secara simultan juga terus menekan potensi kebocoran di sektor retribusi dan mengintensifkan pendataan wajib pajak baru melalui pendekatan langsung di lapangan, lanjutnya.
Ditempat yang sama Kepala Bidang Pendapatan BPKK Aceh Tengah, Anhar menyampaikan, pihaknya telah menyiapkan skema akselerasi optimalisasi PAD semester kedua yang mengedepankan digitalisasi dan integrasi sistem informasi pendapatan daerah, didukung oleh komitmen pimpinan daerah. “Kami semakin bersemangat untuk terus melaksanakan langkah-langkah edukasi dan pengawasan berkala kepada para wajib pajak. Langkah ini kami yakini akan mempercepat penerimaan pendapatan serta meningkatkan transparansi dan akuntabilitas,” ujar Anhar.




