RDP Konflik Agraria Nihil Rekomendasi DPRK, Komisi 1 tak Serius Tekan Perusahaan

Minggu, 5 November 2023

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Eksekutif LembAHtari, Sayed Zainal dalam RDP konflik ruang agraria dengan desa yang minta pelepasan HGU untuk kepentingan Fasu dan Fasos.

Direktur Eksekutif LembAHtari, Sayed Zainal dalam RDP konflik ruang agraria dengan desa yang minta pelepasan HGU untuk kepentingan Fasu dan Fasos.

Sayed berpendapat; sepertinya, Pimpinan DPRK dan Komisi 1 dan anggota Komisi tidak serius menjalankan tugas dan tanggung jawab terhadap RDP ini. “Sepertinya hanya terpaksa dan seremonial saja,” Tudingnya.

Padahal DPRK kan punya Staf Ahli di Komisi bahkan di Fraksi serta tercatat dalam agenda RDP. Itu harus difungsikan sesuai tugasnya.

“Kalau mau menyelesaikan masalah panggil tiga Perusahaan HGU yang akan berakhir izin HGU nya Desember 2024, serta Ketua DPRK bersikap tegas, dan hal ini diaminkan oleh Ketua Komisi 1 saudara Miswanto,” tegasnya.

BACA JUGA...  Aroma Tajam di Balik Getah Pinus Gayo

Sehingga hasil Rekomendasi nanti disampaikan Kepada PJ Bupati untuk dibuat Rekomendasi usulan oleh PJ dan disampaikan kepada BPN Propinsi, Gubernur, Kementerian ATR BPN RI dan Kementerian BUMN.

“Kami menunggu hasil Rekomendasi kedua dan RDP yang ketiga sehingga Final usulan pelepasan untuk Kepentingan Fasum/ Publik dan kepentingan kampung yang berada di sekitar Lokasi HGU,” jelasnya.

BACA JUGA...  Aliansi BEM FISIP Se Sumatera Serahkan Nota Kesepahaman Kepada Menteri Agraria dan Tata Ruang

Apalagi persoalan penggusuran Warga Desa Perkebunan Sungai Yu dari Lokasi HGU PT. Rapala adalah bukti nyata, pimpinan DPRK dan Komisi 1 tidak mampu menerbitkan hasil Rekomendasi hasil Pansus 6 Juli 2023.

“Bagaimana kami mau bicara tentang adanya Mal Administrasi lahirnya HGU PT RAPALA saat Perpanjangan Izin HGU tahun 2014 dan bagaimana kami mau bicarakan persoalan dan masalah tanggung jawab sosial Perusahaan dan 20% kewajiban Perusahaan dengan Pola Plasma atau Kemitraan kepada Masyarakat yang tinggal di sekitar atau lingkungan Perusahaan?,” sebut Sayed bertanya. [Syawaluddin].

BACA JUGA...  'KPA' Sorot Pembangunan Jalan Rabat Beton di Gampong Simpang Tiga

Berita Terkait

Ratusan Personel Disiagakan dalam Operasi Patuh di Aceh Selatan 
Polres Lhokseumawe Ungkap 12 Tersangka Curanmor dan Penadahan, 21 Sepeda Motor Disita
SAPA Desak APH dan BNN Tes Urine Anggota Legislatif Bireuen 
Kajari Panggil Dua Pejabat Disdikbud Aceh Tengah 
Bank Aceh dan BI Provinsi Aceh Luncurkan Soundbox QRIS Dinamis
Polres Aceh Selatan Tangkap Pelaku Penyalahgunaan BBM Subsidi
Pangdam IM Dorong Pemberdayaan Ekonomi Desa
Terduga Judol di Aceh Selatan Diamankan Polisi 

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 17:23 WIB

Ratusan Personel Disiagakan dalam Operasi Patuh di Aceh Selatan 

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:51 WIB

Polres Lhokseumawe Ungkap 12 Tersangka Curanmor dan Penadahan, 21 Sepeda Motor Disita

Minggu, 25 Oktober 2026 - 17:15 WIB

SAPA Desak APH dan BNN Tes Urine Anggota Legislatif Bireuen 

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 22:13 WIB

Kajari Panggil Dua Pejabat Disdikbud Aceh Tengah 

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 21:20 WIB

Bank Aceh dan BI Provinsi Aceh Luncurkan Soundbox QRIS Dinamis

Berita Terbaru

RAGAM BERITA

Medco E&P dan BPMA Edukasi 33 Wartawan Aceh Timur

Jumat, 30 Okt 2026 - 21:30 WIB

Bupati Asel HMW (pakai rompi)  didampingi Sekdakab Diva Samudra Putra dan Dandim 0107/Asel Letkol (Inf) Andrino Lubis menjelaskan tentang penanganan banjir di Trumon, Jumat, (30/10/2026).(Foto/mediaaceh.co.id/istimewa).

PEMERINTAHAN

Bupati HMW Turun Langsung ke Lokasi Banjir Aceh Selatan

Jumat, 30 Okt 2026 - 21:24 WIB