Ratusan Ibu-Ibu Demo Cafe Remang di Bataran Sungai Banjar Negoro

  • Bagikan

 39 total views,  1 views today

Ratusan Ibu-Ibu Demo Cafe Remang di Bataran Sungai Banjar Negoro

DELI SERDANG (MA) – Puluhan kaum ibu, dusun Banjar Negoro, desa Sidodadi Ramunia, kecamatan Beringin, Kabupaten Deli Serdang provinsi Sumatera Utara, demo Cafe Remang-Remang yang meresahkan warga setempat.

Puluhan orang warga dusun Banjar Negoro disaksikan Kepala Desa Sidodadi Ramunia, Salamun. Senin, 25 Oktober mendatangi Kantor Camat Beringin untuk menyampaikan keresahan atas aktifitas Cafe Remang-Remang di bantaran sungai di wilayah itu.

Kehadiran warga diterima Sekretaris Camat, Iskandar Sayuti Siregar mewakili pak Camat didampingi unsur Muspika, dihalaman Kantor Camat Desa Karang Anyar, Kecamatan Beringin.

“Kehadiran warga ini dikarenakan sudah resah akan keberadaan cafe-cafe di bantaran sungai ini,” jelas Sekcam pada mediaaceh.co.id diruang kerjanya, Selasa, 26 Oktober 2021.

Sekcam menambahkan, keresahan warga ini dirasakan kebisingan karna jam- jam waktunya istirahat, kendaraan masih lalu lalang. Dan seringnya terjadinya kecelakaan.

“Masyarakat mengharapkan cafe di bantaran sungai ini bukan hanya ditutup, tapi dibongkar,” terang Sekcam.

Sekcam mengatakan, langkah yang sudah kita ambil dengan menyurati para pemilik cafe agar tidak beraktifitas. Kita juga sudah menyurati Satpol PP Kabupaten Deli Serdang sebagai pengawas perda.

“Kehadiran warga tersebut, disamping keresahan ada juga Surat peringatan (SP) 1 yang diberikan pihak Satpol PP ke pemilik cafe,” ungkapnya.

Terkait SP 1 itu akan kami koordinasikan kepada Satpol PP tindak lanjut penyelesaiannya. “Kalau terkait areal itu wewenangnya Balai Wilayah Sungai (BWS), soal keresahan warga itu wewenang kita,” tutup Sekcam.

Sebelumnya, ratusan warga yang berasal dari Desa Sidodadi dan Karang Anyer kecamatan Beringin ,Kab.Deli serdang mendatangi warung penjual tuak (cafe) yang berada di bantaran sungai ular kecamatan Beringin pagar Merbau Minggu, 24 Oktober 2021 sekitar pukul 22:00wib.

Kemarahan massa diduga karena pengelola cafe telah meresahkan masyarakat khususnya di dusun Banjar Negoro “A” dimana selain menyediakan minuman keras juga disinyalir menyediakan wanita penghibur.

Hal itu diungkapkan salah seorang anggota masyarakat yg namanya tidak bersedia disebut. Kami tidak mau nanti anak anak kami terjerumus ke lembah itu tuturnya.

Dipihak lain pemilik cafe berinisial P 35 tahun saat diminta keterangannya menyebut setidaknya ada 6 unit cafe yang di datangi warga yaitu milik A, P, AG, L, F dan M.

“Aksi yang dilakukan warga menurut saya sudah diluar batas kemanusiaan, karena selain menuntut untuk ditutup mereka juga merusak pasilitas yang ada. Barang-barang kami dihancuri, seperti tv, kursi barang pecah belah bahkan nasi yang sedang di masak di rice cooker juga diserakkan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, tidak hanya itu pompa penghisap air atau dup juga digondol mereka. Warga yang didominasi emak-emak dan pria itu tidak segan masuk ke kamar pribadi dan menggeledah seisi kamar.

“Dompet yang berisikan uang, ktp, juga surat berharga lainnya tidak luput dari penjarahan mereka,” paparnya.

Pemilik Cafe mengungkapkan, bahkan salah seorang pekerja cafe harus dirawat akibat di hantam balok dikepalanya oleh seorang pendemo.

“Pokoknya kami diperlakukan seperti terorislah,” sambungnya.

Pungkasnya, pemilik menjelaskan, sebenarnya kami tidak ada menyediakan wanita penghibur seperti yg dituduhkan warga, kalaupun ada anggota kami wanita, itu hanya melayani tamu yang minum saja.

Akibat dari peristiwa ini pihak pengelola cafe akhirnya membuat pengaduan ke Pollsek Beringin minta pelaku pengrusakan dan penjarahan barang barang mereka segera di proses sesuai dengan hukum yang berlaku.

Kapolsek Beringin AKP. Doni Simanjuntak SH. Ketika diminta tanggapannya mengatakan,bahwa benar ada warga yg berdemonstrasi pada minggu malam dan setelah dapat informasi kita langsung turun kelokasi untuk melakukan pengamanan.

Kapolsek menjelaslaskan, terkait dugaan pengrusakan yang disebut warga kami perlu dalami dan chek lapangan dulu.

“Jika ada kita temukan pelanggaran tentu kita harus proses sesuai dengan hukum yang berlaku tutupnya. [akbar].

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Malu Achh..  silakan izin yang punya webs...