Alih-alih menyebarkan syiar dan kepedulian sosial, kegiatan yang digelar Sabtu lalu itu, justru diwarnai aksi pengusiran terhadap sejumlah wartawan yang hadir atas undangan resmi BSI Pusat.
Insiden tersebut memicu kekecewaan sejumlah jurnalis, termasuk Rahmad Wiguna dari Harian Serambi Indonesia. Ia menyebut kehadirannya di lokasi merupakan bentuk komitmen profesional untuk memenuhi undangan peliputan.
“Kami diundang langsung oleh BSI Pusat. Kami datang karena menghargai undangan tersebut, bukan karena tidak memiliki agenda lain. Jika tahu akan diperlakukan seperti ini, tentu kami memilih menjalankan tugas liputan di tempat lain yang lebih jelas,” ujar Rahmad dengan nada kecewa.
Sementara itu, Branch Manager BSI Cabang Kualasimpang, Iqbal Pulungan, mengaku belum mengetahui adanya insiden pengusiran wartawan tersebut.
Saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp oleh HabaTeras.com, Senin, 9 Maret 2026, meminta informasi lebih lanjut terkait identitas wartawan yang dimaksud.
“Coba minta nama dan medianya apa, Bang. Biar saya cek bagian undangan. Kebetulan saya PIC untuk Forkopimda, jadi tidak mengetahui bagian lainnya saat acara. Semua sudah dibagi tugas masing-masing,” ujar Iqbal singkat.
Jurnalis Pengingat Bagian Penting




