PWI Aceh Raih Dua Medali Sekaligus

Pengurus dan Penasihat PWI Aceh foto bersama dengan pelatih dan atlet catur Aceh termasuk Armentoni (tengah) yang meraih dua medali sekaligus pada Cabor Catur Porwanas XIV di Banjarmasin, Kalsel. Foto bersama seusai Armentoni menerima pengalungan medali di Gedung Dekranasda Kalsel, Sabtu, 24 Agustus 2024. (Foto Abdul Hadi/PWI Aceh).

Pecatur andalan Aceh terganjal

Pada Porwanas XIV di Kalsel, PWI Aceh menurunkan empat pecaturnya, yaitu Teuku Ardiansyah, Bakhtiar Gayo, Sudirman Mansyur, dan Armentoni. Sedangkan Irwandi (Master Nasional) dipercayakan sebagai pelatih.

Untuk tim beregu pada kelas catur 25 menit belum berhasil menyumbang medali setelah T. Ardiansyah yang turun di meja 4 (empat) diprotes keras oleh tuan rumah karena pernah mengikuti Kejurnas 2023.

BACA JUGA...  Pejabat Bupati Buka Event Pacuan Kuda Tradisional Gayo di Bener Meriah 

Hal tersebut menyebabkan atlet andalan catur PWI Aceh, T. Ardiansyah tersingkir lebih awal di babak ke 4. Ini menyebabkan tim beregu catur Aceh pincang, menyisakan 3 pemain disisa babak.

Kehilangan satu pemain andal tidak menyebabkan nyali pecatur Aceh lainnya ciut.

Sudirman Mansyur yang dipercaya jadi striker di papan satu dan Bahtiar Gayo di papan tiga terus berjuang sampai babak akhir. Mereka turut menyumbang poin untuk tim Aceh.

BACA JUGA...  PWI Aceh Kirim 8 Wartawan Ikuti Retret di Pusdiklat Kemhan Bogor

Kemudian, protes yang sama dilakukan Ketua PWI Aceh, Nasir Nurdin didampingi Pelatih Catur Aceh, Irwandi MN terhadap dua pemain Kalimantan Tengah yang terbukti juga pernah ikut Kejurnas. Protes tersebut diterima dewan hakim cabor catur dan kedua atlet tersebut juga didiskualifikasi.

“Berkurangnya skuad kita menyebabkan hasil tim beregu catur Aceh tidak maksimal. Peluang medali beregu otomatis hilang. Namun, luka kita terobati dengan raihan satu emas di papan dua atas nama Armentoni dan satu perunggu yang juga diraih Armentoni untuk kelas catur kilat perorangan papan satu,” kata Irwandi.