Puluhan Sarjana SPPG dari Aceh Tengah dan Bener Meriah Terancam Ikuti Tes PPPK

Minggu, 14 Desember 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Personil Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Batch 3 yang masih berada di Bandara Rembele, Bener Meriah, Sabtu (13/12).

Personil Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Batch 3 yang masih berada di Bandara Rembele, Bener Meriah, Sabtu (13/12).

BENER MERIAH | MA Puluhan personel Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang bertugas di berbagai dapur Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah terancam gagal mengikuti tes Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 16 Desember 2025, di Banda Aceh.

Para peserta yang merupakan alumni Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Batch 3 tersebut menghadapi kendala serius akibat minimnya jadwal penerbangan dari Bandar Udara Rembele, Bener Meriah, menuju Banda Aceh. Hingga Sabtu (13/12), mereka masih menunggu kepastian penerbangan yang dapat mengantarkan ke ibu kota provinsi tepat waktu.

BACA JUGA...  Tiga Daerah Tanpa Kasus Jadi Zona Hijau Covid-19 di Aceh

Keterbatasan armada pesawat dan jadwal penerbangan membuat para peserta harus menunggu berhari-hari di bandara tanpa kepastian. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran besar, mengingat tes PPPK bersifat terjadwal dan tidak memberi toleransi keterlambatan bagi peserta. Apabila hingga waktu yang ditentukan mereka tidak dapat berangkat, maka peluang mengikuti seleksi PPPK dipastikan gugur.

“Sejak beberapa hari lalu kami sudah berada di Bandara Rembele, namun belum juga mendapatkan pesawat. Kami sangat berharap bisa berangkat karena tes ini sangat menentukan masa depan kami,” ujar salah seorang peserta yang enggan disebutkan namanya.

BACA JUGA...  Illiza Sa'ahdudin Djamal Serahkan Rumah Layak Huni bagi Warga Kurang Mampu

Berita Terkait

Nelayan Meukek Ditemukan Meninggal
WRI Kick-Off BFM 2026–2027 di Bener Meriah
Puskesmas Tanah Jambo Aye Gelar CKG di 30 Gampong
DPMPTSP Pidie Jaya Gelar Bimtek LKPM
Isu Begal Pengaruhi Mobilitas Warga  di Aceh Selatan 
BPJS Kesehatan Dorong Layanan Jantung Berbasis Outcome
Hujan Lebat, Aceh Selatan Diterjang Banjir dan Longsor
Status Blang Padang, Wali Nanggroe Bersuara

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 17:41 WIB

Nelayan Meukek Ditemukan Meninggal

Jumat, 18 September 2026 - 08:23 WIB

WRI Kick-Off BFM 2026–2027 di Bener Meriah

Kamis, 17 September 2026 - 14:16 WIB

Puskesmas Tanah Jambo Aye Gelar CKG di 30 Gampong

Kamis, 17 September 2026 - 12:10 WIB

DPMPTSP Pidie Jaya Gelar Bimtek LKPM

Kamis, 17 September 2026 - 12:04 WIB

Isu Begal Pengaruhi Mobilitas Warga  di Aceh Selatan 

Berita Terbaru

HUKOM

KPK Usut Korupsi BPN

Jumat, 18 Sep 2026 - 17:50 WIB

Tim Gabungan mengevakuasi jenazah korban ke dalam mobil untuk diserahkan kepada pihak keluarga korban.(Foto/mediaaceh.co.id/(istimewa).

PERISTIWA

Nelayan Meukek Ditemukan Meninggal

Jumat, 18 Sep 2026 - 17:41 WIB

Pertemuan dan Silahturahmi Direksi PT BAS dengan Kapolda Aceh.

RAGAM BERITA

Direksi Bank Aceh Silaturahmi ke Kapolda

Jumat, 18 Sep 2026 - 17:29 WIB

Penyerahan SK Ketua DPD Partai Demokrat Aceh oleh Walikota Lhokseumawe Sayuti Abu Bakar.

POLITIK

Sayuti Resmi Nahkodai Demokrat Aceh

Jumat, 18 Sep 2026 - 17:05 WIB

Para peserta kegiatan, lakukan foto bersama. Sebanyak 19 Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) di Aceh mendapatkan pendampingan pengembangan usaha berbasis hutan dan akses pembiayaan melalui pendekatan blended finance, Kamis (17/9/2026).
Foto: Tribun Gayo

PEMERINTAHAN

WRI Kick-Off BFM 2026–2027 di Bener Meriah

Jumat, 18 Sep 2026 - 08:23 WIB