Public Expose Program dan Keuangan BPJS Kesehatan, Sorotan Dunia Harumkan Indonesia, Capaian Nyata Layanan ke Pedalaman

Dirut BPJS kesehatan Ghufron Mukti menyampaikan program dan keuangan lembaga yang dipimpinnya pada public expose di Jakarta dengan dihadiri Ketua Dewas Prof. Abdul Kadir di Jakarta, Senin, (14/7/2025).(Foto/mediaaceh.co.id/istimewa).

JAKARTA | MA — Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS)  Kesehatan terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan kemudahan akses layanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bagi seluruh masyarakat Indonesia, termasuk di wilayah pedalaman dan perbatasan.

Hal itu disampaikan Dirut BPJS Kesehatan Ghufron Mukti dalam public expose program dan keuangan BPJS tahun 2024 di Jakarta, Senin. (14/7/2025).

BACA JUGA...  Wajib...!!!, Patuhi Protokol Kesehatan Secara Masif

Acara itu diikuti Ketua Dewan BPJS Prof. Abdul Kadir, segenap direksi dan wartawan baik secara off line dan online di Kantor Cabang BPJS di seluruh Indonesia.

Menurut Ghufron, sepanjang tahun 2024, layanan program JKN semakin dekat dengan masyarakat melalui berbagai kanal layanan digital, on site, serta kerja sama dengan fasilitas kesehatan di daerah-daerah terpencil.

BACA JUGA...  Layak Dihukum Mati, GEPRINDO Wanti Jokowi Soal Koruptor e-KTP

Dia menyampaikan, hingga akhir tahun 2024, jumlah kepesertaan program JKN telah mencapai 278,1 juta peserta atau 98,45%. Ini didukung dengan sebanyak 35 Provinsi dan 473 Kabupaten/Kota yang telah mencapai predikat Universal Health Coverage (UHC).

Dengan capaian yang hingga saat ini terus meningkat, BPJS Kesehatan ingin memastikan setiap peserta dapat memperoleh layanan kesehatan yang memadai.

BACA JUGA...  Pj Bupati Mahyuzar Terima Bantuan Sosial dari Pj Gubernur Aceh Bustami Hamzah 

“Untuk menjangkau peserta hingga ke pelosok daerah, kami telah menghadirkan layanan BPJS Keliling di 37.858 titik lokasi dengan menghasilkan 940.158 transaksi layanan. Bukan hanya itu, kami juga bekerja sama dengan pemerintah daerah dalam menghadirkan layanan satu atap melalui Mal Pelayanan Publik di 227 titik dan sudah menghasilkan 379.921 transaksi layanan hingga tahun 2024,” kata Ghufron.