“Saya kagum dan bangga melihat sanggar tarian tadi sangat apik, itu harus kita apresiasi,” ujar Almuniza.
Dia berharap kegiatan serupa dapat terus digelar secara kolaborasi antara Pemerintah Aceh-DPRA-Pemkab Aceh Tamiang, sebagai upaya pelestarian adat dan budaya di daerah berjuluk Bumi Muda Sedia.
“Insyaallah dengan semangat kolaborasi, kegiatan seperti ini mampu kita laksanakan kembali pada April tahun depan saat peringatan HUT Aceh Tamiang, tentunya dengan lebih meriah lagi. Pada November nanti kita akan melaksanakan Pekan Kebudayaan Aceh ke-8, mohon perhatiannya pak bupati agar PKA nanti lebih semarak,” pintanya.
Anggota DPRA Fraksi Partai Demokrat, Nora Idah Nita dalam sambutannya berharap kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari itu berjalan lancar dan mengedukasi generasi ke depan agar selalu melestarikan dan mempromosikan adat dan budaya Aceh Tamiang.
“Insyaallah di bulan April tahun depan ketika HUT Aceh Tamiang kita selenggarakan lagi, mohon doanya. Kita semua harus kompak dan semangat dalam melestarikan adat dan budaya kita,” kata Nora.
Sementara itu Penjabat Bupati Aceh Tamiang, Meurah Budiman mengajak seluruh masyarakatnya untuk menjaga dan terus melestarikan adat dan budaya. Kata dia, hal itu merupakan bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai budaya.




