Meski demikian, Pujo mengakui tantangan keberlanjutan program masih cukup besar. Sepanjang 2025, biaya pelayanan kesehatan mencapai Rp191,3 triliun, dengan 26,42 persen di antaranya digunakan untuk pembiayaan penyakit katastropik yang sebagian besar sebenarnya dapat dicegah melalui pola hidup sehat dan deteksi dini.
Karena itu, BPJS Kesehatan akan terus memperkuat upaya promotif dan preventif, meningkatkan kualitas layanan, mengoptimalkan kolektabilitas iuran, serta memperkuat pengendalian biaya agar Program JKN tetap berkelanjutan.
“Keberhasilan Program JKN merupakan hasil gotong royong seluruh bangsa. Kami berkomitmen memperkuat kolaborasi dengan pemerintah, pemerintah daerah, fasilitas kesehatan, badan usaha, dan seluruh pemangku kepentingan agar Program JKN terus memberikan manfaat bagi masyarakat dan menjadi fondasi SDM unggul menuju Indonesia yang semakin maju dan berdaya saing,” tegas Pujo.
Sementara itu, Ketua Dewan Pengawas BPJS Kesehatan, Stevanus Adrianto Passat, menegaskan bahwa sebagai pengelola dana publik, BPJS Kesehatan memiliki tanggung jawab besar untuk menjalankan Program JKN secara transparan, akuntabel, dan profesional. Ia mengingatkan bahwa tantangan ke depan meliputi keberlanjutan finansial program, peningkatan kualitas layanan, perluasan kepesertaan aktif, serta penguatan kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan.
Halaman : 1 2 3 4 5 Selanjutnya















