Prof. Jasman J. Ma’ruf:  Jejak Digital Menjadi Aspek Penentuan Pekerjaan

Prof. Jasman J. Ma'ruf memberikan kuliah umum di Poltas Aceh Selatan.(poto/mediaaceh.co.id/istimewa).

TAPAKTUAN (MA) Prof. Jasman J. Mak’ruf, Ph.D., MBA memberitahu mahasiswa bahwa jejak digital sekarang ini bisa menjadi aspek penentuan keberhasilan seseorang dalam meraih pekerjaan.

Hal itu disampaikan guru besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala itu, saat dia memberikan kuliah umum di Ruang Aula Politeknik Aceh Selatan, Selasa, (4/6).

Dengan judul, “Entrepreneurship di Era Digital Society”. Dia mengatakan, jejak digital belakangan ini bisa menjadi aspek penentu seseorang berhasil diterima dan meraih pekerjaan.

BACA JUGA...  Bupati Mawardi Ali Ingatkan Keuchik Soal Dana Desa

“Oleh karena itu, harus berhati-hati menggunakan media sosial (medsos),” kata Profesor kelahiran Aceh Selatan itu.

Menurutnya, hal itu dipandang penting untuk dikuasai oleh para mahasiswa di tengah lompatan teknologi digital, salah satunya platform media sosial yang memungkinkan setiap orang terhubung secara luas.

Kuliah umum entrepreneurship tersebut, dihadiri setidaknya 100 orang mahasiswa Politeknik Aceh Selatan.

“Menjadi seorang entrepreneur dibutuhkan keberanian dalam memulai usaha, dan jangan hanya sebatas ide saja. Bila ingin mendapatkan keuntungan, maka seseorang harus tahan menderita dulu dan jika merugi, harus dijadikan sebagai pengalaman yang berharga dalam menentukan langkah-langkah usaha berikutnya,” kata Prof. Jasman.

BACA JUGA...  KIP Bener Meriah Tetapkan 25 Anggota Dewan Terpilih, lewat Pleno

Seiring perkembangan media sosial, setiap orang harus memanfaatkannya secara positif, dan jejak digital seseorang akan menjadi rujukan bila melamar sebuah pekerjaan, maka gunakan secara positif, demikian kata Jasman.

Dikatakan pula, medsos memiliki pengaruh besar terhadap kehidupan masyarakat di era digital, di mana seseorang bisa memperkenalkan produknya di platform ini. Namun demikian, sisi negatifnya tetap ada, misalnya orang lebih suka belanja online sehingga pasar tradisional mulai ditinggalkan.(Maslow Kluet).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *