BANDA ACEH | MA – Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Banda Aceh tengah mengintensifkan program donor darah keliling pasca perayaan Idul Fitri 1446 H. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap penurunan signifikan stok darah akibat belum kembalinya para pendonor rutin dari mudik dan belum aktifnya kembali aktivitas masyarakat secara umum.
Kebutuhan darah yang cukup tinggi di wilayah Banda Aceh, Aceh Besar, dan Aceh Jaya, yang mencapai sekitar 4.000 kantong per bulan dengan stok ideal 5.000 kantong, menjadi perhatian utama PMI. Tingginya angka pasien talasemia yang memerlukan transfusi darah secara berkala menjadi salah satu faktor krusial yang melatarbelakangi upaya ini.
Ketua PMI Banda Aceh, Ahmad Haeqal, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada para pendonor setia yang selama ini telah berkontribusi besar dalam pemenuhan kebutuhan darah.
Beliau juga menyerukan partisipasi aktif dari seluruh lapisan masyarakat untuk terus mendonorkan darah. “Ketersediaan darah sangat vital bagi kelangsungan hidup pasien yang membutuhkan, terutama saudara-saudara kita penderita talasemia,” ujarnya di Banda Aceh, Selasa (8/4/2025).
Untuk menjangkau lebih banyak calon pendonor, PMI Banda Aceh gencar melakukan kegiatan donor darah keliling dengan menyasar berbagai instansi pemerintah, perusahaan swasta, dan lembaga-lembaga lainnya.Langkah ini diharapkan dapat mempercepat pengumpulan stok darah yang menipis.



