PMI Aceh Pastikan Soal Pelayanan di Bank Darah Sudah Baik

Ketua PMI Aceh, Ir. T Alaidinsyah, M Eng. Foto: dok Atjehdily.com

Banda Aceh (ADC) Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Aceh, Ir. Teuku Alaidinsyah, M.Eng, memastikan sistem pelayanan di PMI atau Bank darah milik PMI sangat baik dan transparan. Seluruh informasi terkait stok darah yang ada senantiasa disampaikan melalui papan informasi yang ada di unit PMI setempat.

“Setiap hari kita tampilkan informasi terkait dengan stok darah yang ada dan pelayanannya hingga 24 jam kita berikan,” kata Teuku Alaidinsyah, kepada mediaaceh.co.id, di sela sela menghadiri pelantikan Sekda Aceh, di Kantor Gubernur Aceh di Banda Aceh, Kamis, 1 Agustus 2019.

BACA JUGA...  Selamatkan Ikan Paus, Pemerintah Aceh Puji Warga

Akuinya, memang stok darah yang dibutuhkan oleh masyarakat tidak selamanya tersedia, namun, terkait dengan isu pemohon darah harus menyediakan darah ganti, Alaidin membantah.

“Itu tidak benar, tapi jika ada lebih baik, namun bila ada yang tidak terlayani atau diminta untuk mencari orang donor oleh petugas, itu disebabkan kosongnya stok di Bank darah,” bantah Alaidin.

BACA JUGA...  Sertifikasi Tanah Wakaf, Kemenag, Kejati dan BPN Aceh Kerjasama

Menurut Alaidin apa yang terjadi dan diisukan selam ini itu hanya praduga keliru yang diaebabkan oleh kepanikan pemohon dalam menghadapi problem pasien yang sakit.

” Sebenarnya tidak demikian, itu mungkin akibat kepanikan keluarga pemohon darah saja,” kilahnya.

Pada kesempatan tersebut Alaidinsyah juga mengungkapkan sejumlah perkembangan ke arah yang lebih baik dalam soal penyediaan stok darah oleh PMI, seiring dengan semakin meningkatnya kesadaran masyarakat untuk mendonor darahnya melalui berbagai kegiatan yang melibatkan PMI.

BACA JUGA...  Dandim 0207/Sml Tekankan Personel Agar Hindari Pelanggaran dan Cintai Rakyat

Sementara jumlah kebutuhan darah perhari di Aceh saat ini, Sambung Alaidin, berkisar antara 150 hingga 200 kantong darah. Sedangkan terkait sejumlah golongan darah yang kerab dikeluhkan masyarakat selama ini untuk diperolehnya, diakui Alaidin, dan darah tersebut memang sangat sedikit dimiliki oleh masyarakat.

” Darah golongan khusus resus A plus dan AB memang langka dan sukar ditemui, ” demikian terang Alaidinsyah. (Dahlan).