PJ Gubernur Aceh, ARPA Minta Mendagri Ambil dari Akademisi

Rabu, 22 Juni 2022

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Arah Pemuda Aceh (ARPA) Eri Ezi.

Ketua Arah Pemuda Aceh (ARPA) Eri Ezi.

Lhokseumawe, (MA) Masa jabatan Gubernur Aceh Nova Iriansyah akan berakhir pada pertengahan Juli 2022, selanjutnya oleh Menteri dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnanvian akan mengangkat Pejabat (PJ) Kepala Daerah yang baru hingga Pilkada serentak di 2024 mendatang.

Di Aceh, Pejabat (PJ) Kepala Daerah yang akan diangkat oleh Mendagri diminta berasal dari kalangan akademisi. Hal itu terus mencuat di media sosok Herman Fithra, Rektor Unimal yang mendapat banyak dukungan dari berbagai macam kalangan baik dari ulama, tokoh masyarakat, politisi maupun kalangan Muda dan Mahasiswa.

Merespon terkait pengangkatan Pejabat (PJ) Kepala Daerah, Ketua Arah Pemuda Aceh (ARPA), Eri Ezi, sangat mendukung dan meminta kepada Pemerintah Pusat agar PJ Kepala Daerah di Aceh tetap harus dari kalangan akademisi. Hal itu terkait dengan stabilitas politik di Aceh saat ini.

BACA JUGA...  Mendagri Tanda Tangani Kerja Sama Pengawasan Penyelenggaraan Perizinan di Daerah

Pejabat (PJ) Kepala Daerah dari kalangan akademisi sangat tepat menurut Eri. Pasalnya, menurut pihak mereka itu akan baik bagi Aceh dalam terjaganya stabilitas politik maupun dalam pertumbuhan ekonomi di daerah bekas konflik tersebut.

“Sangat tepat, pertama terkait stabilitas politik di Aceh hingga terpilih Gubernur yang baru, dan harus di ingat bahwa Aceh adalah daerah bekas konflik, akan sangat kacau jika yang diangkat bukan dari kalangan akademisi apalagi dari kalangan militer. Yang kedua, juga akan baik bagi pertumbuhan ekonomi, sebab orang akademisi adalah orang yang penuh pengetahuan, ideologi dan juga terkait kemajuan bangsa dan negara untuk mencapai nilai-nilai kehidupan bagi masyarakat yang sesuai amanah Konstitusi,” Kata Eri.

BACA JUGA...  Pj Bupati Aceh Utara Dukung Langkah Pj Gubernur Aceh Terkait Nonaktifkan Direksi Ini

Yang ketiga, lanjut Eri, dengan hadirnya PJ dari akademisi akan terjaganya perdamaian di Aceh, tidak akan ada gejolak politik kanan-kiri. Selanjutnya juga akan mudahnya lapangan pekerjaan dengan percepatan belanja APBA dan penggunaan DOKA yang tepat, tanpa praktek-praktek Nepotisme. Sebab, Good Goverment adalah jalan bagi orang-orang terpelajar.

Sementara itu, terkait nama Herman Fithra yang mencuat dari kalangan Akademisi, ARPA tentu sepakat pada sosok Rektor Unimal tersebut.

Menurut Eri, Ia memiliki keterampilan yang bagus dan cocok dalam menjaga stabilitas politik di Aceh. Ia sangat regilius dan humanis dengan semua kalangan dan memiliki komunikasi yang baik.

“Sosok Prof Herman sangat tepat, Ia sangat riligius dan humanis dengan semua kalangan, dan tentunya prof Herman memiliki komunikasi yang baik dengan semua kalangan di Aceh dan ini tentu akan baik dalam kestabilan politik di Aceh”, tutur Eri.

BACA JUGA...  HMI Kerjasama dengan Dinkes Aceh Utara Buka Pelayanan Kesehatan Gratis

Ditambahkan Eri, Prof Herman adalah sosok yang sangat memahami nilai-nilai kebangsaan, ideologi, politik, ekonomi, sosial dan budaya.

“Beliau adalah Peserta Lemhanas RI angkatan ke-63, secara baik saya kagum bahwa beliau sangat memahami nilai-nilai kebangsaan, ideologi, politik dan sosial budaya. Sedang di bidang akademik, beliau mampu memimpin kampus dengan baik dengan meningkatkan institusi serta memimpin forum rektor se-Aceh, ini artinya sosok Herman Fitra mampu menjalin koordinasi yabg baik dan memiliki jejaring yang luas “, ungkap Eri.[]

Laporan : Mulyadi

Berita Terkait

Bunda Salma Serahkan Kursi Roda untuk Warga Lumpuh
Buaya Masih Berkeliaran, Bupati Terkesan Lepas Tangan
Iskandar: Terima Kasih Ayah Wa, Sudah Mengobati ODGJ di Aceh Utara 
Barona: ODGJ Kita Tangani Berdasarkan Perintah Ayah Wa
Ayah Wa Umumkan Penerima Bantuan Bencana Sebesar Rp328,456 M
Ayah Wa dan Rombongan Disambut di Acara HUT Pidie Ke-515
Ayah Wa Imbau Warga Waspada Bencana
WRI Kick-Off BFM 2026–2027 di Bener Meriah

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 16:15 WIB

Bunda Salma Serahkan Kursi Roda untuk Warga Lumpuh

Selasa, 22 September 2026 - 07:42 WIB

Buaya Masih Berkeliaran, Bupati Terkesan Lepas Tangan

Senin, 21 September 2026 - 15:10 WIB

Barona: ODGJ Kita Tangani Berdasarkan Perintah Ayah Wa

Senin, 21 September 2026 - 12:29 WIB

Ayah Wa Umumkan Penerima Bantuan Bencana Sebesar Rp328,456 M

Minggu, 20 September 2026 - 13:13 WIB

Ayah Wa dan Rombongan Disambut di Acara HUT Pidie Ke-515

Berita Terbaru

Usai menyerahkan kursi roda, Bunda Salma berbincang-bincang dengan Samsuddin Pasaribu salah warga yang sakit lumpuh di Gampong Samakurok, Selasa, (22/9).

PEMERINTAHAN

Bunda Salma Serahkan Kursi Roda untuk Warga Lumpuh

Selasa, 22 Sep 2026 - 16:15 WIB

FEATURE

Rp101 Miliar Bertambah, APBK Aceh Tamiang Masuk Meja DPRK

Selasa, 22 Sep 2026 - 11:36 WIB

Buaya kembali muncul di sungai perkampungan Kedai Padang Kluet Utara dan Pasie Merapat Kluet Selatan, foto : mediaaceh.co.id

PEMERINTAHAN

Buaya Masih Berkeliaran, Bupati Terkesan Lepas Tangan

Selasa, 22 Sep 2026 - 07:42 WIB

Badan Jalan Kabupaten lintasan pegunungan Gunung Sekorong Kluet Timur Aceh Selatan tanpa fasilitas drainase dan rawan  longsor sehingga warga dihantui was-was.(Foto/mediaaceh.co.id/istimewa).

PERISTIWA

Longsor Menghantui Pengguna Jalan 

Senin, 21 Sep 2026 - 19:46 WIB