PJ Gubernur Aceh, ARPA Minta Mendagri Ambil dari Akademisi

Ketua Arah Pemuda Aceh (ARPA) Eri Ezi.
example banner

 21 total views,  7 views today

Lhokseumawe, (MA) Masa jabatan Gubernur Aceh Nova Iriansyah akan berakhir pada pertengahan Juli 2022, selanjutnya oleh Menteri dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnanvian akan mengangkat Pejabat (PJ) Kepala Daerah yang baru hingga Pilkada serentak di 2024 mendatang.

banner 325x300

Di Aceh, Pejabat (PJ) Kepala Daerah yang akan diangkat oleh Mendagri diminta berasal dari kalangan akademisi. Hal itu terus mencuat di media sosok Herman Fithra, Rektor Unimal yang mendapat banyak dukungan dari berbagai macam kalangan baik dari ulama, tokoh masyarakat, politisi maupun kalangan Muda dan Mahasiswa.

Merespon terkait pengangkatan Pejabat (PJ) Kepala Daerah, Ketua Arah Pemuda Aceh (ARPA), Eri Ezi, sangat mendukung dan meminta kepada Pemerintah Pusat agar PJ Kepala Daerah di Aceh tetap harus dari kalangan akademisi. Hal itu terkait dengan stabilitas politik di Aceh saat ini.

Pejabat (PJ) Kepala Daerah dari kalangan akademisi sangat tepat menurut Eri. Pasalnya, menurut pihak mereka itu akan baik bagi Aceh dalam terjaganya stabilitas politik maupun dalam pertumbuhan ekonomi di daerah bekas konflik tersebut.

“Sangat tepat, pertama terkait stabilitas politik di Aceh hingga terpilih Gubernur yang baru, dan harus di ingat bahwa Aceh adalah daerah bekas konflik, akan sangat kacau jika yang diangkat bukan dari kalangan akademisi apalagi dari kalangan militer. Yang kedua, juga akan baik bagi pertumbuhan ekonomi, sebab orang akademisi adalah orang yang penuh pengetahuan, ideologi dan juga terkait kemajuan bangsa dan negara untuk mencapai nilai-nilai kehidupan bagi masyarakat yang sesuai amanah Konstitusi,” Kata Eri.

Yang ketiga, lanjut Eri, dengan hadirnya PJ dari akademisi akan terjaganya perdamaian di Aceh, tidak akan ada gejolak politik kanan-kiri. Selanjutnya juga akan mudahnya lapangan pekerjaan dengan percepatan belanja APBA dan penggunaan DOKA yang tepat, tanpa praktek-praktek Nepotisme. Sebab, Good Goverment adalah jalan bagi orang-orang terpelajar.

Sementara itu, terkait nama Herman Fithra yang mencuat dari kalangan Akademisi, ARPA tentu sepakat pada sosok Rektor Unimal tersebut.

Menurut Eri, Ia memiliki keterampilan yang bagus dan cocok dalam menjaga stabilitas politik di Aceh. Ia sangat regilius dan humanis dengan semua kalangan dan memiliki komunikasi yang baik.

“Sosok Prof Herman sangat tepat, Ia sangat riligius dan humanis dengan semua kalangan, dan tentunya prof Herman memiliki komunikasi yang baik dengan semua kalangan di Aceh dan ini tentu akan baik dalam kestabilan politik di Aceh”, tutur Eri.

Ditambahkan Eri, Prof Herman adalah sosok yang sangat memahami nilai-nilai kebangsaan, ideologi, politik, ekonomi, sosial dan budaya.

“Beliau adalah Peserta Lemhanas RI angkatan ke-63, secara baik saya kagum bahwa beliau sangat memahami nilai-nilai kebangsaan, ideologi, politik dan sosial budaya. Sedang di bidang akademik, beliau mampu memimpin kampus dengan baik dengan meningkatkan institusi serta memimpin forum rektor se-Aceh, ini artinya sosok Herman Fitra mampu menjalin koordinasi yabg baik dan memiliki jejaring yang luas “, ungkap Eri.[]

Laporan : Mulyadi

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Malu Achh..  silakan izin yang punya webs...