Pilkada 2024 Mendatang Bukan Melahirkan Pemimpin Tetapi Syahwat Kewenangan ‘Idiomatik’

“Ini pastinya akan berdampak besar dan akan mengubah pola pikir menjadi budaya, bahwa politik uang dalam pelaksanaan pemilu sudah hal biasa yang akhirnya menjadi sebuah kebenaran,” Katanya.

Bila ini terus terjadi termasuk pada Pilkada 2024 terjadi, tentu akan preseden pada kepemimpinan, pembangunan dan kesejahteraan. Hal itu juga akan membuka lebar korupsi semakin masif dan akhirnya menjadi budaya.

BACA JUGA...  Ngamar Bersama Oknum Polisi, Istri Pimpinan DPRK Nagan Raya Ditangkap Bersama BB

Trend buruk ini sudah harus dihentikan. Makanya pilkada Aceh 2024 harus dijadikan momentum untuk mentransformasi kultur politik transaksional menjadi politik gagasan. Karena itulah syarat Aceh bisa maju dan sejahtera

Aceh butuh politisi pengusung paradigma [politik untuk perubahan] bukan [politik untuk kekuasaan],” pungkas Peneliti di Lembaga Emirates Development Research (EDR). [Syawaluddin].