SAMAHANI | MA — Suasana di UPTD Mekanisasi Pertanian di Dinas Pertanian Aceh Besar pagi itu berbeda dari biasanya. Di halaman yang biasanya lengang, kini terparkir berjejer alat dan mesin pertanian baru, Alsintan, yang siap disalurkan kepada kelompok tani dari berbagai penjuru Aceh Besar.
Di balik keberadaan mesin-mesin canggih itu, berdiri sosok yang bekerja diam-diam namun berdampak besar. Nabhani, S.I.Kom, yang akrab disapa Pak Ben, Ketua Tani Merdeka Aceh Besar.
Pak Ben bukan sekadar datang membawa kabar baik. Ia datang membawa hasil dari perjuangan panjang. Bersama Dinas Pertanian Aceh Besar, ia mengadvokasi langsung kebutuhan para petani hingga ke Kementerian Pertanian RI.
Hasilnya bukan janji, melainkan kenyataan. Alsintan kini bisa dinikmati oleh petani-petani kecil di Aceh Besar. Tak banyak organisasi tani yang memilih jalur advokasi senyap seperti ini. Di saat banyak yang masih sibuk mengeluh soal kendala produksi, Tani Merdeka justru membawa pulang solusi.
“Ketahanan pangan bukan hanya tanggung jawab pemerintah pusat. Di Aceh Besar, kami buktikan bahwa organisasi tani bisa jadi ujung tombak perubahan,” ujar Pak Ben melalui rilis pers yang diterima media ini, Selasa, 3 Juni 2025.



