Petani Tersenyum di Samahani

Ia tak sendiri. Pemerintah Kabupaten Aceh Besar di bawah kepemimpinan H. Muharram Idris mendukung penuh langkah ini. Sinergi antara organisasi tani dan pemerintah menjadi fondasi penting dalam membangun sektor pertanian yang lebih mandiri, kuat, dan modern.

Pak Ben sadar, pertanian bukan hanya soal tanah dan cuaca. Ia soal akses dan keberpihakan. Selama ini, banyak kelompok tani mengeluh tentang betapa sulitnya mendapatkan alat produksi yang layak. Bukan karena mereka tak mau maju, tapi karena pintu-pintu bantuan terlalu jauh dan terlalu rumit. Di sinilah Tani Merdeka hadir, bukan hanya sebagai organisasi pendamping, tapi sebagai jembatan harapan. Mereka menyisir kebutuhan para petani, mendata secara rinci, lalu menyampaikan dengan bahasa yang dipahami birokrasi.

BACA JUGA...  Tani Merdeka Dorong Dinas Pertanian Usulkan Rehabilitasi Dua Bendungan ke APBN 2026

Bagi Pak Ben, keberhasilan menyalurkan Alsintan ini bukan akhir, melainkan awal dari perjuangan yang lebih besar. Ia menyadari, alat saja tak cukup. Petani juga butuh benih, pupuk, air, lahan, dan tentu saja data yang akurat. Tanpa data yang menyatu lintas lembaga, program sebaik apa pun akan tersendat. Karena itu ia mendorong lahirnya sistem satu data pertanian di Aceh Besar agar arah kebijakan tak lagi didasarkan pada dugaan, tapi kebutuhan nyata di lapangan.