Adapun tentang strategi penguatan dengan edukasi yang meliputi penyuluhan gizi dan MP ASI, kelas memasak sehat dan kampanye “isi piringku”.
Melalui pemberdayaan ekonomi yang meliputi pemanfaatan BUMDes/UMKM, produk lokal bergizi dan koperasi pangan sehat dan kelembagaan yang meliputi tim pengelola DASHAT, integrasi PKK dan Posyandu sert monitoring/evaluasi.
“Dashat hadir untuk menyediakan makanan sehat, bergizi, berimbang, aman dan terjangkau,” kata Cut Harnailis
Dalam kesempatan itu, sebagaimana disampaikan Sahar Musnan, disampaikan juga tentang pengertian Kampung Keluarga Berkualitas (KB) yakni, satuan wilayah setingkat desa (gampong), di mana terdapat integrasi dan konvergensi penyelenggaraan pemberdayaan dan penguatan institusinya guna meningkatkan kualitas SDM, keluarga dan masyarakat.
“Target seluruh desa/kelurahan menjadi kampung KB,” kata Harnailis.
Terdapat sedikitnya 11 atribut Kampung Keluarga Berkualitas adalah, rumah data kependudukan, BKB (kerabat PAUD dan TPA, BKR (GATI : dekat dan sebaya), BKL (Sidaya), PIK R/Karang Taruna, UUPKA, Dashat, Posyandu, PAUD, kelompok ts i dan kelompok kegiatan masyarakat lainnya.
Dikatakan, tenaga penggerak di tingkat desa (gampong) antara lain, Penyuluh KB, pendamping desa, penyuluh pertanian, Bidan Desa, Pendamping PKH, PKK dan Kader (IMP, Pokja Kampung KB dan Jumantik dan lainnya.




