Pengabmas: Pentingnya 1.000 K

Tim Pengabmas menyampaikan materi edukasi pentingnya 1.000 HPK di Balai Desa Kuala Bhee' Aceh Barat. (Foto/mediaaceh.co.id/istimewa).

MEULABOH | MA — Tim Pengabdian Masyarakat  (Pengabmas) yang melibatkan mahasiswa Prodi D-3 Keperawatan Poltekkes Meulaboh Aceh Barat melaksanakan kegiatan edukasi pentingnya 1.000 K dalam meningkatkan status kesehatan dan gizi anak di wilayah kerja Puskesmas Kuala Bhee Woyla, Aceh Barat di Balai Desa Kuala Bhee, pada, Rabu, (03/9/2025).

Tim  Pengabmas itu diketuai Ns.Sri Gustini, S.Kep, M.Kep dengan anggota tim yakni Ns. Susanti, S.Kep.,M.Kep dan Amiruddin,S.ST.,M.Kes.

BACA JUGA...  Santriwati dan Mahasiswa Dijemput dengan Mobil Patroli, Ini Tujuannya

Pada kesempatan itu, Ns. Khairunnisak, S.Kep., M.Kes, menyatakan, terkait masalah kesehatan dan mengenai status gizi pada anak masih menjadi permasalahan urgen dan secara menyeluruh di dunia, terutama di negara berkembang.

Menurutnya, Indonesia merupakan salah satu negara berkembang  memiliki masalah status gizi yang tergolong cukup tinggi.

“Langkah dan  upaya untuk meningkatkan status gizi harus mulai dilakukan sedini mungkin, tepatnya sejak dari masa kehidupan janin. Di Indonesia,  upaya itu disebut dengan Gerakan 1.000 Hari Pertama Kehidupan atau disingkat dengan 1 000 HPK,” kata Ns. Khairunnisak.

BACA JUGA...  Website LPSE Aceh Mendadak Aktif, Korlap KAPPRA: Ketahuan Mainkan Dana APBA ya?

Dikatakan, kegiatan Pengabmas kepada masyarakat ini, bertujuan untuk mendorong pemahaman pengetahuan orangtua terutama ibu hamil dan ibu balita mengenai 1.000 HPK serta meningkatkan status kesehatan dan gizi.