“Melalui Pengabmas, juga, tentu sangat bermanfaat bagi orangtua terutama ibu hamil dan ibu balita agar mengetahui pentingnya 1 000 HPK untuk mencegah terjadinya masalah kurang gizi pada balita dan meningkatkan status kesehatan gizi bagi anak,” ujarnya.
Khairunnisak menyebutkan pada Pengabmas ini, diawali dengan kegiatan Pre-test, dilakukan ujian untuk mengetahui gambaran pengetahuan dan sikap ibu yang memiliki anak balita mengenai 1.000 HPK.
Dilakukan dengan meminta ibu untuk mengisi kuesioner yang memuat 10 item pertanyaan terkait materi yang akan disampaikan.
Dalam hal edukasi dengan penyampaian materi oleh Ketua Tim Pengabmas tentang 1.000 HPK, meningkatkan status kesehatan dan gizi anak dengan
Saling berdiskusi dan tanya jawab dengan khalayak sasaran.
Menurutnya, kegiatan Pengabmas tentang edukasi pentingnya 1.000 HPK dilaksanakan post-test pada sesi terakhir untuk mengetahui seberapa besar peningkatan pengetahuan dan sikap responden terhadap penyampaian dari materi.
Kepala Puskesmas Kuala Bhee sangat mengapreasi kegiatan Pengabmas yang diperkuat oleh tim dosen Prodi Keperawatan Meulaboh, seraya menyampaikan bahwa sangat senang dan semangat mengikuti Pengabmas tersebut.
“Karena ini sebelumnya masih kurang terpapar dengan edukasi terkait masalah kesehatan, khususnya tentang stunting. Kedepannya diharapkan kepada masyarakat di wilayah kerja Puskesmas adanya terjadi perubahan perilaku terkait dengan masalah kesehatan dimaksud,” kata Kepala Puskesmas Kuala Bhee’.




