Peluh Menjadi Pengabdian; Ketika Amanat Panglima Menggema di Lhokseumawe

Peluh Menjadi Pengabdian; Ketika Amanat Panglima Menggema di Lhokseumawe. [Foto Dok | mediaaceh.co.id | digital Art. Laung].

Panglima TNI mengingatkan, usia 80 tahun bukan sekadar simbol kekuatan militer, tetapi juga kedewasaan dalam berbangsa.

“HUT ke-80 menandakan bahwa TNI bukan hanya kuat secara alutsista, tapi juga secara ideologi, karakter, dan mentalitas,” tulisnya dalam amanat.

Tema tahun ini, “TNI Prima, TNI Rakyat, Indonesia Maju,” menjadi refleksi bahwa TNI yang profesional, responsif, integratif, modern, dan adaptif hanyalah mungkin bila berakar dari rakyat [dan kembali berjuang untuk rakyat].

Dari Tamtama hingga Perwira Tinggi, tanggung jawab yang diemban bukan perkara kecil: menjaga kedaulatan dan setiap jengkal tanah air.

BACA JUGA...  Lantik Kepala BKKBN Aceh, Wagub Harap Program KB Berjalan Dengan Baik

“Pastikan bendera Merah Putih selalu berkibar tegak, dan tidak ada sejengkal tanah pun yang digoyahkan oleh kepentingan pihak lain yang bertentangan dengan Pancasila,” tegasnya.

Ia menegaskan, tiga matra TNI [AD, AL, dan AU] adalah satu tubuh yang bersinergi, menjadikan TNI sebagai perisai Trisula Nusantara. “Tunjukkan kepada dunia bahwa TNI institusi yang tegak, utuh, dan tidak dapat dipecah belah.”

Namun, amanat itu tak berhenti pada seruan kebesaran. Ia menukik dalam ke ranah kesadaran diri [tentang pentingnya profesionalisme, disiplin, dan kerendahan hati].

BACA JUGA...  Jelang Perayaan Paskah, Tim Jibom Brimob Lakukan Sterilisasi Gereja di Lhokseumawe

“Pelihara disiplin dan loyalitas sebagai jiwa prajurit. Jangan pernah ada pelanggaran yang mencoreng nama baik. TNI lahir dari rakyat dan berjuang bersama rakyat.”

Kalimat itu bagai cermin yang memantulkan wajah TNI masa kini; bukan hanya gagah di medan tugas, tapi juga lembut di tengah masyarakat, hadir saat bencana, mengajar anak-anak di pedalaman, atau menanam mangrove di pesisir sunyi.

BACA JUGA...  Kejari Aceh Tamiang Laksanakan Donor Darah Sambut HBA ke-61 dan HUT IAD Ke-XXI Tahun 2021

“Jaga hubungan baik dengan komponen masyarakat, pemerintah daerah, dan unsur wilayah lainnya. Kemanunggalan TNI-Rakyat adalah kekuatan yang paling ampuh,” tutup Kasrem membacakan amanat Panglima.

“TNI lahir dari rakyat, berjuang bersama rakyat, dan akan selalu kembali untuk rakyat. Kekuatan terbesar bangsa ini bukan pada senjata. Tetapi pada hati yang tak pernah berhenti mencintai Indonesia.”

[Jenderal TNI Agus Subiyanto, Panglima TNI].

Di Bawah Teduh Merah Putih