Lhokseumawe, (MA) – Partai SIRA menggelar kongres II di Hotel Lido Graha, Kota Lhokseumawe selama dua hari Minggu-Senin (27-28/3/2022). Kegiatan tersebut dibuka oleh Muhammad Nazar tokoh Referendum Aceh.
Pada kesempatan tersebut Muhammad Nazar mengatakan, Partai SIRA tidak memenuhi ambang batas hasil Pemilu 2019, namun untuk menjadi peserta Pemilu 2024 Partai SIRA hanya perlu melakukan perubahan AD/ART, lambang dan pengurus sesuai dengan peraturan Perundang-Undangan.
“Dalam kongres ini kita akan bicarakan strategi kedepan Partai SIRA, semoga partai ini diharapkan dapat meraih suara yang lebih banyak. Karena partai SIRA merupakan partai yang sangat terbuka didalamnya ada beberapa komponen dari melenial hingga aktivis senior,” Katanya.
Selanjutnya Nazar mengatakan, Partai SIRA tetap menjaga kemenangan rakyat dan membangun Aceh yang berperadaban, sebab dengan kondisi Aceh begitu besar dana maka harus bisa keluar dari krisis kemiskinan, pembangunan dan pengangguran.
Kemudian ia menyebutkan, kondisi sekarang elit-elit Aceh sendiri sengaja atau tidak sengaja melanggar undang- undang seperti salah satu contoh tidak adanya wakil gubernur, artinya kalau pemimpin di Aceh selalu nakal bagaimana cara memperbaiki keadaan, akhirnya perjuangan yang berdarah-darah dulu masa konflik melahirkan otonomi khusus hanya di nikmati oleh beberapa orang, kemudian mereka tidak tentu tinggal di Aceh dan menetap di Aceh.
“Kita harapkan masyarakat Aceh harus kritis dan Partai SIRA berupaya untuk kritis. Memang partai ini tidak memiliki kursi yang banyak, kita punya hanya satu kursi DPRA di Nagan Raya ada 3 kursi, di Aceh Utara ada satu, tetapi kita memiliki nilai dikerenakan partai ini merupakan jembatan untuk melakukan perubahan dengan kekuatan ideologi keislaman dan paradigma keacehan yang ada di AD/RT,” jelasnya
Selain itu Nazar menjelaskan, kehadiran Partai SIRA tidak ada upaya mencurangi pemilu apalagi menerol pemilih, meskipun terkadang masyarakat lebih berpengaruh kepada hal-hal yang tidak masuk akal. Maka inilah tugas bersama partai politik terutama Partai SIRA yang lahir dari susah payah dan juga partai tertua diharapkan mampu melakukan perubahan.[]
Laporan: Mulyadi




