Myka Alfaresy Ajak Masyarakat Laporkan Praktik Perjudian dan Pungli di Pacuan Kuda Takengon

TAKENGON | MA Aktivis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Aceh Tengah, Myka Alfaresy, menyerukan kepada masyarakat untuk turut serta memberantas praktik perjudian dan pungutan liar (pungli) yang diduga kerap terjadi di arena pacuan kuda HM Hasan Gayo, Takengon.

Seruan ini ia sampaikan sebagai respons atas keresahan publik yang menilai keberadaan praktik ilegal tersebut mencoreng citra pacuan kuda yang selama ini menjadi event budaya kebanggaan masyarakat Gayo.

BACA JUGA...  Wakil Pimpinan DPRK Desak Pemda Melaksanakan Pacuan Kuda Tradisional Gayo

“Kami GMNI Aceh Tengah dengan tegas meminta masyarakat, khususnya warga Takengon, untuk tidak tinggal diam,” ujar Myka, Senin (25/8).

Ia menekankan, jika masyarakat menemukan adanya praktik perjudian atau pungli dalam bentuk apapun di arena pacuan kuda, maka perlu segera mengambil tindakan. “Dokumentasikan dengan foto atau video, lalu laporkan langsung kepada pihak berwajib. Jangan takut, karena identitas pelapor akan dilindungi,” tegasnya.

BACA JUGA...  Di Balik Jalan Medan, Aceh Dalam Bahaya

Menurut Myka, keberanian masyarakat dalam melaporkan praktik ilegal sangat penting. Partisipasi publik akan menjadi kekuatan tambahan bagi aparat penegak hukum dalam menindak para pelaku.

“GMNI Aceh Tengah siap mendukung dan mengawal setiap laporan yang masuk. Kami ingin memastikan arena pacuan kuda kembali bersih dari praktik yang merugikan masyarakat dan benar-benar menjadi kebanggaan kita semua,” tambahnya.