Mursil Donasi untuk Habib Al Fitrah Melalui PWI Aceh Tamiang

example banner

 182 total views,  1 views today

Mursil Donasi untuk Habib Al Fitrah Melalui PWI Aceh Tamiang

banner 325x300

Laporan | Sukri

KUALASIMPANG (MA) – Haji Mursil berikan donasi untuk membantu Habib Al Fitrah yang sedang berjuang melawan penyakit kecoboran jantung di Jakarta, secara khusus melalui PWI Aceh Tamiang, sebesar Rp5 juta rupiah.

Mursi, SH, MKn; yang juga Bupati Aceh Tamiang tersebut merasa terpanggil secara pribadi membantu warganya yang memerlukan bantuan.

Donasi ini sudah diserahkan Mursil kepada Ketua PWI Aceh Tamiang, Syawaluddin dalam pertemuan di pendopo Bupati Aceh Tamiang, Senin, 16 Agustus 2021 lalu.

“Saya mendapat informasi ini ketika sedang duduk bersama pengurus PWI, saya berpikir PWI bisa membantu meringankan beban salah satu warga kita dengan memberikan informasi kepada masyarakat banyak,” kata Mursil, Rabu, 18 Agustus 2021.

Sebelumnya Mursil mengaku juga sudah meminta beberapa koleganya yang berada di Jakarta untuk menjenguk dan membantu Habib.

“Saya terus memantau perkembangannya dan berkomunikasi dengan ayahnya (Lukman Syarif),” katanya.

Ketua PWI Aceh Tamiang, Syawaluddin menjelaskan donasi yang dititipkan Mursil berupa uang tunai Rp 5 juta. Hari itu juga, uang ini sudah ditransfer ke rekening tabungan milik istri Lukman Syarif.

“Untuk kebaikan tidak ada alasan menundanya, kami berharap ada tokoh Aceh yang ikut peduli membantu Habib,” kata Syawal.

Habib Al Fitrah merupakan balita berusia 1,2 tahun yang saat ini hanya bisa terbaring lemah di kos-kosan yang dikontrak ayahnya di Kota Bambu Selatan, Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat.

Seharusnya terhitung tangga 23 Juni, Habib dirawat intensif di rumah sakit sesuai rujukan RSUZA Banda Aceh.

Namun karena Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Jakarta, Habib tidak bisa dirawat di RS Harapan Kita.

“Sebelumnya kami di RSUZA, dirujuk ke RS Harapan Kita Jakarta tanggal 23 Juni, tapi tidak bisa dirawat karena PPPKM, ruangan terbatas,” kata Lukman Syarif, ayah Habib kepada mediaaceh.co.id melalui saluran telepon, Rabu, 18 Agustus 2021.

Kondisi ini memaksa Lukman mengontrak kos-kosan yang berada persis di belakang RS Harapan Kita. Kebijakan ini merupakan solusi terbaik karena sewaktu-waktu bisa datang ke RS sesuai jadwal yang telah diatur dokter. Rumah itu dihuninya bersama istri yang selalu setia merawat Habib.

Lukman berharap ada perhatian lebih dari manajemen RS Harapan Kita karena berdasarkan scan pada 10 Agustus 2021, anak keduanya itu mengalami tiga jenis sakit serius, yaitu penyempitan saluran pernapasan, kebocoran jantung dan letak jantung agak berbeda.

“Sampai sekarang belum bisa jalan, dada kirinya sedikit bengkak,” jelasnya.

Menurutnya gejala ini sudah terlihat sejak Habib lahir, namun baru terlihat parah ketika Habib berusia 11 bulan. Lukman mengaku belum mendapat kepastian sampai kapan jadwal berobat di Jakarta selesai.

Tidak adanya kepastian ini mulai membuatnya resah karena pengeluaran di Jakarta terlalu besar untuk ukuran montir sepeda motor seperti dirinya.

Diakuinya keberangkatannya ke Jakarta menggunakan donasi yang dikumpulkan masyarakat sebesar Rp 35 juta. Uang ini sudah berkurang jauh karena dipakai untuk membayar sewa rumah, kebutuhan hidup dan membeli obat-obatan.

“Tidak semua obat ditanggung BPJS, sebagian besar beli di luar, harganya pun mahal. Kalau terlalu lama di sini, saya takut kehabisan uang,” ujarnya lirih. [*].

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Malu Achh..  silakan izin yang punya webs...