Menurutnya, sinergi antara keluarga dan sekolah merupakan faktor penting dalam menciptakan peserta didik yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki moral, etika, dan kepribadian yang baik.
Muhammad Johan menambahkan, seluruh unsur pendidikan di Kabupaten Aceh Utara terus memperkuat kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat guna menciptakan lingkungan belajar yang sehat, aman, nyaman, dan berkualitas.
“Jika ayah, ibu, guru, dan masyarakat berjalan bersama dalam mendidik anak-anak, maka cita-cita melahirkan generasi unggul akan lebih mudah diwujudkan,” katanya.
Ia juga mengajak masyarakat menjadikan semangat “Ayah Hebat, Anak Senang” sebagai budaya dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, perhatian dan pendampingan orang tua merupakan investasi terbaik bagi masa depan anak sekaligus bagi kemajuan daerah.
“Mari kita lahirkan aneuk meutuah yang berilmu, berakhlak mulia, berprestasi, serta mampu mengharumkan nama Aceh di tingkat nasional maupun internasional,” tegasnya.
Di akhir keterangannya, Muhammad Johan berharap Gerakan “Ayah Mengantar Anak Pertama Masuk Sekolah” tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi dapat terus berlanjut dan menjadi budaya baik di seluruh SMA, SMK, dan SLB di Kabupaten Aceh Utara.




