LHOKSUKON | MA — Buku “Membangun Budaya Mutu Sekolah di Aceh Utara” karya Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Aceh Utara, Muhammad Johan, S.Pd.,M.Pd, menjadi penegasan komitmen baru untuk melahirkan kebangkitan pendidikan di daerah tersebut. Buku ini bukan sekadar dokumen administratif, melainkan manifestasi dari visi besar membangun mutu pendidikan yang berkeadilan dan berakar pada kearifan lokal.
“Buku ini lahir dari keyakinan bahwa setiap anak Aceh Utara berhak mendapatkan pendidikan yang tidak hanya mencerdaskan, tetapi juga membangun jiwa dengan nilai-nilai luhur Serambi Mekkah,” tulis Muhammad Johan dalam kata pengantarnya, yang dikirim oleh dirinya pada media ini, Kamis, (6/11).
Ia menegaskan, pemerataan akses pendidikan menjadi fondasi utama kebangkitan Aceh Utara. “Seorang anak di pedalaman Sawang berhak atas pendidikan setara dengan anak di Lhoksukon; guru di Pirak Timu pantas mendapatkan dukungan sama dengan rekan di Krueng Mane,” ungkapnya.
Menurut Johan, kebangkitan sejati bukan diukur dari megahnya bangunan sekolah, tetapi dari kualitas manusia yang dihasilkan. Pendidikan yang berkeadilan harus menjangkau setiap anak tanpa terkecuali, baik di pesisir, pedalaman, maupun perkotaan.




