“Kita tidak ingin menjadi pengekor atau sekadar fotokopi sistem pendidikan dari daerah lain. Kebangkitan kita haruslah otentik, bersumber dari khazanah kebudayaan Aceh yang adiluhung,” tegasnya.
Dalam buku tersebut juga dijelaskan filosofi pendidikan Aceh yang menjadi dasar pembentukan karakter peserta didik. “Filosofi Aneuk Meutuah, Beucarong, Beumeusyuhu menekankan ketaatan, kecerdasan holistik, dan kesejahteraan, serta prinsip Aneuk Talindong, Agama Tapeukong yang menegaskan pentingnya perlindungan dan peneguhan nilai agama,” tulisnya.
Johan berharap, kehadiran buku Membangun Budaya Mutu Sekolah di Aceh Utara dapat menjadi peta jalan strategis bagi satuan pendidikan untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran. “Ini adalah komitmen nyata kami di Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Aceh Utara untuk menjadikan sekolah sebagai episentrum kebangkitan, tempat di mana masa depan Aceh Utara yang gemilang dirancang dan diukur,” pungkasnya.(Sayed Panton)




