Di tengah berbagai tantangan sosial dan ekonomi yang dihadapi masyarakat, kehadiran relawan seperti MTB menjadi penanda bahwa solidaritas masih tumbuh subur di daerah.
Ramadan bukan hanya momentum ibadah personal, tetapi juga ruang memperkuat empati sosial.
Bagi warga di Aceh Tamiang, kehadiran MTB bukan sekadar pembagian takjil atau cek kesehatan gratis.
Lebih dari itu, ia menjadi simbol bahwa kepedulian masih berjalan dari pintu ke pintu—dengan tangan yang memberi dan hati yang tulus berbagi. [].




