OPINI  

Momentum Tahun Baru Islam 1 Muharram 1447 H, Refleksi dan Evaluasi Diri Umat Islam

“Taman-nā ‘alā Allāh”

Maknanya adalah berangan-angan terhadap Allah, yaitu harapan yang tidak disertai usaha. Seseorang merasa cukup hanya dengan berkata “Allah itu maha pengampun”, tetapi tidak pernah berjuang untuk memperbaiki dirinya.

Dalam Islam, harapan (raja’) harus sejalan dengan amal, bukan justru menjadi alasan untuk bermalas-malasan.

Hadis ini menegaskan bahwa kecerdasan spiritual seseorang terletak pada kemampuannya untuk merefleksi diri, mengatur nafsu, dan merancang masa depan yang berorientasi pada kebajikan akhirat.

BACA JUGA...  Korban Berjatuhan Saat Demo, Indikator Gagalnya Program Promoter Polri

Oleh karena itu, momentum tahun baru Islam seharusnya digunakan untuk menilai sejauh mana seseorang telah menjalankan tanggung jawabnya sebagai hamba Allah sekaligus sebagai khalifah di muka bumi.

Relevansi di Masa Kini

Di tengah dinamika kehidupan modern yang serba cepat dan materialistik, umat Islam sering kali terjebak dalam rutinitas tanpa makna. Kesempatan tahun baru Hijriyah ini seharusnya dioptimalkan untuk mengevaluasi berbagai aspek kehidupan, yaitu aspek spiritual : apakah ibadah kita semakin berkualitas dan konsisten?

BACA JUGA...  Pencabutan Izin ACT Tidak Proporsional

Aspek Sosial, Apakah kita telah memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat?

Aspek pendidikan, apakah kita telah membekali anak-anak kita dengan nilai-nilai Islam yang kuat?