Misterius Bau Hilang Warga Tak Mau Pulang dari Pengungsian 

Kamis, 28 Agustus 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pengelolaan Limbah Migas
Warga meminta agar limbah berupa lumpur hasil pencucian sumur yang ditampung di dua kolam segera dievakuasi. “Selama limbah itu masih ada, bau bisa kembali muncul. Kami ingin desa benar-benar steril dari risiko kebauan,” tegas MD.

Kompensasi yang Adil
Menurut MD, sejak awal PT Medco memang sudah menjanjikan kompensasi Rp 1 juta per kepala keluarga selama perawatan sumur berlangsung. Namun, tawaran itu dianggap tidak adil karena disampaikan dengan nada memaksa.

BACA JUGA...  Bencana Alam Longsornya Bebatuan Gunung Sibolangit Telan Korban Tewas

“Perusahaan bilang mau atau tidak mau tetap Rp 1 juta. Padahal dalam rapat, warga mengusulkan Rp 300 ribu per hari. Usulan itu ditolak. Sekarang karena warga mengungsi, kerugian makin besar. Maka kompensasi harus jelas,” ungkapnya.

Dalam tuntutannya, warga meminta kompensasi Rp 300 ribu per hari sejak 2 Agustus 2025 hingga perawatan selesai, serta Rp 500 ribu per hari bagi keluarga yang harus mengungsi.

BACA JUGA...  Rayakan HUT RI, Pemko dan Masyarakat Sabang Pasang Beragam Spanduk Merah Putih

“Warga butuh kepastian ganti rugi sesuai ketentuan. Kami ingin limbah dipindahkan, udara dijamin steril, dan perusahaan bertanggung jawab. Tanpa itu, kami belum tenang untuk pulang,” lanjut MD.

Di tengah ketidakpastian, pemerintah daerah bersama pihak keamanan telah membentuk posko pengaduan di Desa Panton Rayeuk T. Posko ini melibatkan Polres Aceh Timur, Dinas Lingkungan Hidup, serta Dinas Kesehatan.

BACA JUGA...  Polda Aceh Imbau Masyarakat tidak Takut Laporkan Aksi Premanisme, Call Center 110 Siap 24 Jam

Berita Terkait

Ayah Wa Imbau Warga Waspada Bencana
Nelayan Meukek Ditemukan Meninggal
Isu Begal Pengaruhi Mobilitas Warga  di Aceh Selatan 
Hujan Lebat, Aceh Selatan Diterjang Banjir dan Longsor
Status Blang Padang, Wali Nanggroe Bersuara
Apache Dihentikan Pada Acara Penutupan Milad 800, Ayah Wa: Kita Hormati Syariat
APEL Adu Dugaan Maladministrasi ke Ombudsman
Kapolres Sabang Pimpin Pencarian WN Malaysia Hilang Menyelam

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 17:41 WIB

Nelayan Meukek Ditemukan Meninggal

Kamis, 17 September 2026 - 12:04 WIB

Isu Begal Pengaruhi Mobilitas Warga  di Aceh Selatan 

Rabu, 16 September 2026 - 19:33 WIB

Hujan Lebat, Aceh Selatan Diterjang Banjir dan Longsor

Rabu, 16 September 2026 - 17:19 WIB

Status Blang Padang, Wali Nanggroe Bersuara

Rabu, 16 September 2026 - 07:37 WIB

Apache Dihentikan Pada Acara Penutupan Milad 800, Ayah Wa: Kita Hormati Syariat

Berita Terbaru

Oplus_131072

RAGAM BERITA

Verdianto Iskandar Pimpin PB GABSI

Minggu, 20 Sep 2026 - 19:58 WIB

NANGGROE

Jelang 4 Desember, NGO HAM Imbau Jaga Ketertiban

Minggu, 20 Sep 2026 - 19:53 WIB

RAGAM BERITA

WALHI: Selamatkan Bumi

Minggu, 20 Sep 2026 - 19:44 WIB

Penyambutan Bupati Aceh Utara H. Ismail A Jalil, SE., MM (Ayah Wa) pada acara HUT Kabupaten Pidie Ke-515 tahun.

PEMERINTAHAN

Ayah Wa dan Rombongan Disambut di Acara HUT Pidie Ke-515

Minggu, 20 Sep 2026 - 13:13 WIB

Skuat Aceh Timur Di Gala Siswa Nasional (GSI) Tingkat Provinsi Aceh.

OLAHRAGA

Aceh Timur Tumbangkan Lhokseumawe di GSI Aceh 

Sabtu, 19 Sep 2026 - 21:49 WIB