Bencana Alam Longsornya Bebatuan Gunung Sibolangit Telan Korban Tewas

  • Bagikan

 37 total views,  1 views today

Bencana Alam Longsornya Bebatuan Gunung Sibolangit Telan Korban Tewas

DELI SERDANG (MA) – Akibat intensitas curah hujan diatas ambang batas normal, timbulkan bencana alam longsornya bebatuan gunung Sibolangit menelan korban jiwa tewas dan luka parah.

Korbannya; para wisatawan lokal dari Medan menuju Berastagi yang menggunakan jasa mobil pribadi dan sepeda motor tertimpa longsoran bebatuan dinding Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtanadi Sibolangit ambrol.

Ambrolnya dinding PDAM Tirtanadi disebabkan intensitas guyuran hujan sejak menjelang magrib, Minggu, 24 Oktober 2021 diatas ambang batas normal melanda Cagar Alam Sibolangit.

Sumber-sumber dilapangam menyebutkan bahwa; sekira pukul 20.30 WIB malam, ada satu unit mobil membawa keluarga tertimpa batu dan satu unit sepeda motor terkena longsoran, tepat di desa Simbahe yang berbatasan dan berdekatan dengan desa Sibolangit kecamatan Sibolangit Kabupaten Deli Serdang.

Seorang warga Desa Suka Makmur kecamatan Sibolangit, Benny Sembiring mengatakan, ada puluhan Mobil dan sepeda motor yang menunggu longsor tersebut berhenti untuk melanjutkan perjalanan.

“Ada juga yang balek arah, yang dari Medan kembali ke Medan. Yang dari Sibolangit kembali ke Sibolangit,”kata Benny yang juga Ketua DPAC Granat Kecamatan Sibolangit saat dikonfirmasi Media ini via WhatsApp.

Benny menambahkan, bencana longsor batu susulan terjadi beberapa kali sehingga menyulitkan warga di sekitar lokasi untuk membantu evakuasi korban tertimpa batu besar akibat longsor tersebut.

“Ada korban yang sudah meninggal di tempat dan ada orang yang masih dalam keadaan hidup meminta pertolongan karena terjepit himpitan batu besar di dalam mobil,” terangnya.

Benny juga menjelaskan, suasana gelap mencekam, listrik padam dan hujan masih tetap mengguyur lokasi longsor sehingga dikuatirkan akan ada longsor susulan.

“Kepada warga yang hendak bepergian baik dari arah Medan menuju Berastagi maupun sebaliknya agar menunda perjalanan sampai ada petugas atau aparat terkait yang membersihkan lokasi kejadian sehingga arus lalu lintas Medan – Berastagi bisa berjalan normal kembali,” Pungkas Benny. [Ali Akbar].

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Malu Achh..  silakan izin yang punya webs...