Miris! Huntara Tak Rampung, Korban Banjir Aceh Timur Bertahan di Tenda saat Lebaran

Kamis, 26 Maret 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Timur (MA) – Nasib korban banjir di Desa Blang Seunong, Kecamatan Pante Bidari, Aceh Timur, memprihatinkan. Hingga hari kelima Idulfitri 2026, mereka masih dipaksa bertahan di tenda darurat akibat proyek hunian sementara (huntara) yang mangkrak tanpa kejelasan.

Fakta ini terkuak saat Staf Khusus Gubernur Aceh, Faisal Rizal Hasan, meninjau langsung lokasi di Dusun Peulalu, Kamis (26/3/2026). Ia menemukan proyek huntara terbengkalai, ditinggalkan kontraktor dan pekerja dalam kondisi jauh dari selesai.

BACA JUGA...  Hasil Koordinasi Sekda, Pembangunan SMK Pertambangan dan Migas Segera di Realisasikan

“Progresnya memprihatinkan, hanya 30 sampai 50 persen. Bahkan ada yang baru rangka baja,” tegas Faisal.

Kondisi ini memperlihatkan buruknya pengelolaan proyek yang seharusnya menjadi solusi cepat bagi korban bencana. Alih-alih memberikan tempat tinggal layak, proyek tersebut justru menyisakan persoalan baru.

Informasi di lapangan menyebut, pekerjaan terhenti karena pekerja tidak dibayar oleh kontraktor. Akibatnya, mereka meninggalkan proyek begitu saja tanpa tanggung jawab.

BACA JUGA...  Hari Juang TNI AD, Puluhan Prajurit Kodim Doa Bersama

Situasi ini dinilai sebagai bentuk kelalaian serius. Di saat warga membutuhkan perlindungan, proyek vital justru terbengkalai tanpa kepastian penyelesaian.

Korban banjir kini harus menjalani Lebaran dalam kondisi serba terbatas, tanpa hunian layak, tanpa kepastian, dan tanpa kejelasan kapan proyek tersebut akan dilanjutkan.

Berita Terkait

Aceh Siapkan Payung Hukum Rute Menuju Penang
Kapolda Aceh ke Sabang, Pastikan Kesiapan Jajaran Kepolisian
KPEA Soroti Pergeseran Tradisi Pernikahan Aceh
23 Warisan Budaya Aceh di Tingkat Nasional, Kekayaan yang Tak Boleh Hilang
Seudati: Seni Gerak, Syair, dan Kekompakan yang Tak Lekang Zaman
Seni di Balik Kupiah Meukeutop, dari Busana Adat hingga Simbol Aceh
Pinto Aceh: Sebuah Motif, Sebuah Karya, Sebuah Identitas
Rencong: Ketika Sebilah Senjata Menjadi Karya Seni dan Identitas Aceh

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 14:30 WIB

Aceh Siapkan Payung Hukum Rute Menuju Penang

Minggu, 6 September 2026 - 15:24 WIB

Kapolda Aceh ke Sabang, Pastikan Kesiapan Jajaran Kepolisian

Minggu, 30 Agustus 2026 - 23:00 WIB

KPEA Soroti Pergeseran Tradisi Pernikahan Aceh

Minggu, 30 Agustus 2026 - 22:17 WIB

23 Warisan Budaya Aceh di Tingkat Nasional, Kekayaan yang Tak Boleh Hilang

Minggu, 30 Agustus 2026 - 16:06 WIB

Seudati: Seni Gerak, Syair, dan Kekompakan yang Tak Lekang Zaman

Berita Terbaru

Bupati Aceh Utara Ayah Wa saat membaca pesan dan pidato pada Milad Samudra Pasai dan Aceh Utara ke-800 tahun

PEMERINTAHAN

Ayah Wa Serukan Menjaga Amanah Indatu

Senin, 7 Sep 2026 - 20:31 WIB

PEMERINTAHAN

Pidie Jaya Cetak Ratusan Wirausaha Lewat TMT Batch IX 

Senin, 7 Sep 2026 - 19:50 WIB

HUKOM

Polisi Bongkar Aksi Bobol Dua Rumah Kajhu

Senin, 7 Sep 2026 - 19:03 WIB

NANGGROE

Aceh Siapkan Payung Hukum Rute Menuju Penang

Senin, 7 Sep 2026 - 14:30 WIB