Ketika Bola Menyentuh Tanah, Persaudaraan Bangkit Kembali.
MENJELANG malam, lampu GOR perlahan padam, meninggalkan jejak sorak penonton yang masih bergema.
Di tengah tribun, beberapa anak kecil berlari-lari kecil sambil menirukan gaya smash pemain idolanya. Di sudut lain, anggota Brimob tampak membantu warga membereskan kursi dan tenda.
Di sinilah makna sebenarnya dari perayaan ulang tahun itu. Delapan puluh tahun pengabdian Brimob bukan hanya tentang sejarah panjang menjaga negeri, tapi tentang bagaimana mereka terus meneguhkan diri di tengah masyarakat, dengan cara sederhana namun bermakna; membangun persaudaraan lewat olahraga. [].




