Meski demikian, para peneliti menegaskan bahwa penghuni prasejarah tersebut belum tentu merupakan nenek moyang langsung masyarakat Gayo modern. Hubungan antara temuan arkeologi dan asal-usul etnis Gayo masih terus diteliti.
Berasal dari Gelombang Proto Melayu
Salah satu teori yang banyak dikemukakan menyebutkan bahwa masyarakat Gayo berasal dari kelompok Proto Melayu atau Melayu Tua yang datang ke Sumatra dalam gelombang migrasi awal Austronesia.
Sejarawan Gayo, Mahmud Ibrahim, menjelaskan bahwa kelompok Proto Melayu diperkirakan telah hadir di wilayah Aceh sejak sebelum Masehi. Mereka kemudian berkembang di kawasan pedalaman dan membentuk identitas budaya serta bahasa yang berbeda dari masyarakat di pesisir.
Meskipun demikian, teori ini bukan satu-satunya penjelasan mengenai asal-usul masyarakat Gayo. Kajian linguistik dan antropologi masih terus berkembang sehingga belum ada kesepakatan mutlak mengenai asal-usul etnis ini.
Kerajaan Linge dan Awal Pemerintahan Gayo
Dalam sejarah tradisional Gayo, kemunculan Kerajaan Linge menjadi tonggak penting pembentukan identitas masyarakat.
Tradisi lisan menyebut kerajaan tersebut berdiri sekitar abad ke-11 dan menjadi pusat pemerintahan masyarakat Gayo. Dari Linge kemudian lahir berbagai wilayah adat yang dipimpin oleh para reje atau raja kecil.




