Sementara Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sabang dr Cut Mutia Aisywani, dihubungi langsung ke Handphone miliknya oleh pasien yang bersangkutan tidak mengangkat hal serupa sudah kerap dilakukan oleh Direktorat yang satu ini.
Usai kejadian pasien juga melaporkan langsung kepada Wali Kota Sabang Zulkifli H Adam dan Sekda atas kejadian tersebut namun, Wali Kota Sabang baru merespons pada pagi hari. Sampai saat ini belum ada tindakan apapun dari pejabat terkait atas perilaku oknum dokter Riski ini.
Semestjnya seorang dokter yang baik harus mematuhi sumpah Hipokrat yang menyatakan bahwa mereka harus memberikan layanan terbaik kepada pasien yang membutuhkan, tanpa memandang kondisi atau status pasien.
Dalam situasi darurat, dokter harus siap memberikan bantuan medis yang diperlukan untuk menyelamatkan nyawa pasien, bukan malah menolak atau menyuruh pasien berobat ke tempat lain..
Dokter yang profesional selalu bekerja sesuai dengan sumpah Hipokrat dan kode etik kedokteran, yang meliputi, mengutamakan keselamatan pasien, menjaga rahasia pasien, tidak melakukan tindakan yang merugikan pasien, dan terus meningkatkan pengetahuan dan keterampilan*
Dengan mematuhi kode etik, dokter dapat memberikan layanan medis yang berkualitas dan membangun kepercayaan dengan pasien. Bukan malah mengabaikan atau membuat pasien sakit lebih parah akibat ulah dokter itu sendiri.




