MENGEJAR NORMALITAS DI TENGAH LUMPUR

[Foto Ilustrasi Digital Art/mediaaceh.co.id/Awelatam].

KOMITMEN DINAS PENDIDIKAN

KEPALA Dinas Pendidikan Aceh Tamiang, Drs. Sepriyanto, menyadari bahwa publik menunggu kepastian. Dalam pernyataan resminya, ia menegaskan percepatan menjadi prioritas.

Ia juga menekankan pentingnya transparansi dan kolaborasi. “Pemulihan pendidikan bukan hanya tugas dinas. Ini kerja bersama—pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha. Kami membuka ruang pengawasan publik agar proses percepatan berjalan akuntabel.”

UJIAN KEPEMIMPINAN DAN TATA KELOLA

BACA JUGA...  Kemensos RI  Buka Layanan Dukungan Psikososial untuk Anak

BENCANA ini menjadi ujian manajerial bagi pemerintah daerah. Tanpa langkah cepat, ketertinggalan akademik bisa berlipat. Tanpa tata kelola transparan, kepercayaan publik bisa terkikis.

Percepatan pembelajaran bukan sekadar mengejar kalender akademik. Ia menyangkut masa depan satu generasi di wilayah yang berulang kali diuji bencana ekologis.

DARI PUING MENUJU KETANGGUHAN

DI SEBUAH sekolah yang atapnya terangkat banjir, seorang guru menuliskan kembali alfabet di papan tulis yang nyaris roboh. Di bawah tenda sederhana, anak-anak tetap mengangkat tangan saat dipanggil.

BACA JUGA...  Menempa Semangat Sumpah Pemuda dari Panggung Pramuka

Aceh Tamiang sedang belajar dari luka. Di antara lumpur dan reruntuhan, percepatan pembelajaran bukan sekadar program birokrasi [ia adalah upaya menyelamatkan harapan].