PLN tumbang, jaringan Telkom mati, ambulans tak dapat lewat, dan jalur suplai logistik lumpuh. Bahkan tiap Datok Penghulu menjadi “posko mandiri” karena komunikasi resmi tak dapat dilakukan.
Ucak menegaskan, tenda keluarga memang solusi jangka pendek, tetapi pemulihan jangka panjang harus menyentuh akar masalah.
“Yang harus dipulihkan cepat adalah PLN, jalan desa, rumah sakit, dan telekomunikasi. Tanpa itu, bantuan terputus di tengah jalan,” katanya.
Temuan serupa juga muncul saat penelusuran ke Kecamatan Bandar Pusaka—wilayah yang dicatat BPBD sebagai titik terdampak.
Di sana, warga Bandar Mahiligai bercerita bagaimana mereka bertahan dua malam di bukit kecil karena rumah mereka tenggelam hingga ke atap.
Ucok, warga setempat, ingat betul bagaimana tenda keluarga tiba sehari setelah distribusi dari BNPB Pusat.
[Ucok, Warga Bandar Mahiligai]; “Bantuan datang sehari setelah diterima BPBD. Itu cepat. Yang membuat lama ya karena akses rusak. Kalau semua pihak bersatu, Tamiang bisa bangkit lebih baik.”
Jejak Distribusi; Mengurai Fakta Lapangan
BERDASARKAN penelusuran, distribusi tenda keluarga dilakukan dalam tiga gelombang; Gelombang Pertama (Hari H+1 Akses Terhubung).
Faktor-faktor ke daerah paling parah; Bandar Mahiligai; Lubuk Sidup; Tamiang Hulu; Bandar Pusaka.




