“Ramadhan bukan sekadar menahan lapar dan haus. Ramadhan adalah peningkatan kualitas ibadah dan sedekah yang harus kita bangun. Bukan hanya soal takjil, tetapi soal takwa yang membuat kita sungguh-sungguh dalam berpuasa.”
[Tgk. H. Ir. Mirza Gunawan].
- Kultum Ramadhan di Korem 011/Lilawangsa [Ibadah, Keluarga, dan Tanggung Jawab Spiritual Prajurit].
MALAM ketujuh Ramadhan di Kota Lhokseumawe berjalan khidmat. Di halaman Masjid Al-Fitrah, Kompleks Militer Korem 011/Lilawangsa, derap langkah prajurit bercampur dengan bisik doa jamaah.
Seragam loreng dan peci putih berdiri dalam saf yang sama. Di ruang ibadah itulah, pesan tentang takwa disampaikan [tegas, sederhana, namun mengena].
FASE PENGUATAN SPIRITUAL
MEMASUKI malam ketujuh Ramadhan 1447 Hijriah, Komando Resor Militer (Korem) 011/Lilawangsa menggelar ceramah agama singkat (kultum) sebelum pelaksanaan salat Isya dan tarawih berjamaah, Kamis, 26 Februari 2026 malam.
Kegiatan berlangsung di Masjid Al-Fitrah, kompleks militer Korem di Lhokseumawe.
Penceramah malam itu, Tgk. H. Ir. Mirza Gunawan, menegaskan bahwa Ramadhan bukan sekadar ritual tahunan, melainkan fase penguatan kualitas spiritual umat Islam. Menurut dia, bulan suci merupakan momentum untuk meraih derajat muttaqin [orang-orang yang bertakwa].




