Menanam Peradaban Hijau di Hutan Kota; Asa Baru dari Aras Sembilan

Kamis, 23 Oktober 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menanam Peradaban Hijau di Hutan Kota. [Foto Dok | mediaaceh.co.id | Digital Art].

Menanam Peradaban Hijau di Hutan Kota. [Foto Dok | mediaaceh.co.id | Digital Art].

Hutan Kota, Laboratorium Hidup

Lokasi yang dipilih bukan sembarang tempat. Hutan Kota Aceh Tamiang [kawasan yang dulunya nyaris terlupakan] kini akan menjadi living laboratory, laboratorium hidup bagi generasi baru petani, pelajar, dan wirausaha hijau.

Di sinilah nantinya berdiri Pusat Pelatihan Komoditas Lestari, tempat masyarakat belajar mengolah kopi, kakao, dan tanaman bernilai tinggi lain dengan prinsip ramah lingkungan.

Bukan sekadar pelatihan teori, tapi praktik nyata lewat demplot (demonstrasi plot) yang disiapkan di tengah rimba.

BACA JUGA...  Ketua dan Wakil Ketua TP-PKK Besuk Bayi Penderita Hidrosefalus

“Ini bukan proyek biasa,” kata Surya Luthfi, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Aceh Tamiang. “Kami ingin tempat ini menjadi wadah pembelajaran dan konservasi. Suatu hari, anak-anak bisa datang ke sini bukan hanya untuk belajar menanam, tapi juga memahami makna menjaga kehidupan.”

Ia membayangkan kawasan ini kelak menjadi taman agrowisata, di mana masyarakat tak hanya melihat pohon tumbuh, tetapi juga menyaksikan ide tumbuh; ide tentang keberlanjutan.

BACA JUGA...  HNSI Cabang Abdya Pertayakan Kelanjutan Kolam Labuh

Dari Hutan untuk Kehidupan

Dalam acara itu hadir pula Forum Konservasi Leuser (FKL), mitra setia menjaga denyut kehidupan di bentang alam Tamiang. Direktur FKL, Muhammad Isa.

“Kami tidak hanya peduli pada satwa, tapi juga pada manusia yang hidup di sekitarnya,” ujarnya. “Melalui pelatihan ini, kami ingin masyarakat punya alternatif penghidupan yang layak tanpa harus merambah hutan.”

Isa tahu betul betapa rapuhnya keseimbangan di kawasan ini. Sekali hutan rusak, bukan hanya gajah dan orangutan yang kehilangan rumah, tapi juga petani di lembah yang tak lagi punya sumber air bersih. Karena itu, setiap pelatihan, setiap demplot, adalah cara menyalakan kembali harapan di tengah kerapuhan.

BACA JUGA...  Warga Senang Rumahnya Direhab Satgas TMMD

Berita Terkait

Rembuk Stunting, Desa Kumbang Siapkan Program Prioritas 2027
Puskesmas Apresiasi Penanganan ODGJ di Aceh Utara
ODGJ Asal Cot Petisah Dirujuk Ke RS Cut Mutia
JKN Berkelanjutan, BPJS Tapaktuan Gandeng Media
Bank Aceh Sosialisasi IBC Ke Sekolah 
Iskandar: Terima Kasih Ayah Wa, Sudah Mengobati ODGJ di Aceh Utara 
Barona: ODGJ Kita Tangani Berdasarkan Perintah Ayah Wa
Pernyataan BKSDA Dinilai Timbulkan Kekesalan Masyarakat

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 22:27 WIB

Rembuk Stunting, Desa Kumbang Siapkan Program Prioritas 2027

Selasa, 13 Oktober 2026 - 13:29 WIB

Puskesmas Apresiasi Penanganan ODGJ di Aceh Utara

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 12:57 WIB

ODGJ Asal Cot Petisah Dirujuk Ke RS Cut Mutia

Senin, 28 September 2026 - 20:12 WIB

JKN Berkelanjutan, BPJS Tapaktuan Gandeng Media

Rabu, 23 September 2026 - 22:58 WIB

Bank Aceh Sosialisasi IBC Ke Sekolah 

Berita Terbaru

Bupati Aceh Tengah Drs. Haili Yoga, M. Si.

PEMERINTAHAN

Haili Yoga: MPP Citra Pelayanan Daerah

Jumat, 23 Okt 2026 - 11:51 WIB

Panglima Kodam Iskandar Muda (Pangdam IM), Brigadir Jenderal TNI Mahesa Fitriadi.

EKBIS

Pangdam IM Dorong Pemberdayaan Ekonomi Desa

Jumat, 23 Okt 2026 - 08:08 WIB