Hutan Kota, Laboratorium Hidup
Lokasi yang dipilih bukan sembarang tempat. Hutan Kota Aceh Tamiang [kawasan yang dulunya nyaris terlupakan] kini akan menjadi living laboratory, laboratorium hidup bagi generasi baru petani, pelajar, dan wirausaha hijau.
Di sinilah nantinya berdiri Pusat Pelatihan Komoditas Lestari, tempat masyarakat belajar mengolah kopi, kakao, dan tanaman bernilai tinggi lain dengan prinsip ramah lingkungan.
Bukan sekadar pelatihan teori, tapi praktik nyata lewat demplot (demonstrasi plot) yang disiapkan di tengah rimba.
“Ini bukan proyek biasa,” kata Surya Luthfi, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Aceh Tamiang. “Kami ingin tempat ini menjadi wadah pembelajaran dan konservasi. Suatu hari, anak-anak bisa datang ke sini bukan hanya untuk belajar menanam, tapi juga memahami makna menjaga kehidupan.”
Ia membayangkan kawasan ini kelak menjadi taman agrowisata, di mana masyarakat tak hanya melihat pohon tumbuh, tetapi juga menyaksikan ide tumbuh; ide tentang keberlanjutan.
Dari Hutan untuk Kehidupan
Dalam acara itu hadir pula Forum Konservasi Leuser (FKL), mitra setia menjaga denyut kehidupan di bentang alam Tamiang. Direktur FKL, Muhammad Isa.
“Kami tidak hanya peduli pada satwa, tapi juga pada manusia yang hidup di sekitarnya,” ujarnya. “Melalui pelatihan ini, kami ingin masyarakat punya alternatif penghidupan yang layak tanpa harus merambah hutan.”
Isa tahu betul betapa rapuhnya keseimbangan di kawasan ini. Sekali hutan rusak, bukan hanya gajah dan orangutan yang kehilangan rumah, tapi juga petani di lembah yang tak lagi punya sumber air bersih. Karena itu, setiap pelatihan, setiap demplot, adalah cara menyalakan kembali harapan di tengah kerapuhan.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya


![Menanam Peradaban Hijau di Hutan Kota. [Foto Dok | mediaaceh.co.id | Digital Art].](https://mediaaceh.co.id/wp-content/uploads/2025/10/Compress_20251023_120539_9467.jpg)












