“Koperasi ini kami harapkan dapat menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat dan memberikan manfaat nyata bagi warga sekitar.”
[Letkol Arm Raden Subhi Fitra Jaya, Dandim 0117/Aceh Tamiang].
PAGI ITU, udara di pedalaman Aceh Tamiang terasa hangat dan bersahabat. Di antara hamparan kebun sawit dan ladang warga, langkah tegas seorang perwira tampak memecah kesunyian desa.
Dialah Letkol Arm Raden Subhi Fitra Jaya, S.Sos, M.M, Komandan Kodim 0117/Aceh Tamiang. Bersama Kepala Dinas Koperindag Aceh Tamiang, Ibnu Azis, ia meninjau lahan yang akan menjadi tempat berdirinya Koperasi Kelurahan Desa Merah Putih (KKDMP).
Kunjungan itu bukan sekadar rutinitas seremonial. Di baliknya, tersimpan tekad besar; membangun ekonomi rakyat dari desa.
Lima kecamatan dan tujuh kampung menjadi sasaran awal program strategis ini [Bundar, Alue Lhok, Matang Cincin, Kebun Rantau, Suka Ramai I, Suka Mulia, dan Kebun Pulau Tiga].
Di setiap titik, Dandim disambut hangat oleh para Datok Penghulu, Ketua Koperasi Merah Putih, serta perangkat desa.
Mereka berbincang di bawah pohon kelapa, menandai awal dari cita-cita panjang; menjadikan koperasi sebagai wadah pemberdayaan ekonomi masyarakat yang tumbuh dari bawah, bukan sekadar proyek dari atas.
“Ini bukan sekadar bangunan,” ujar Dandim kepada warga. “Koperasi ini kami harapkan bisa menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat, membuka peluang usaha, dan membawa manfaat nyata bagi warga sekitar.”
Kalimat itu disambut anggukan serius dari para petani dan pelaku usaha kecil. Bagi mereka, kehadiran KKDMP ibarat secercah harapan baru di tengah tantangan ekonomi desa yang kian kompleks.




