Energi sejati bukan hanya dari minyak dan gas, tapi dari masyarakat yang berdaya dan mampu menanam masa depannya sendiri.”
Iwan Ridwan Faizal, Manager CID Pertamina Hulu Rokan Regional 1
KUALASIMPANG | mediaaceh.co.id – Sinar surya di ujung Kampung Tanjung Seumantoh, kecamatan Karang Baru menerawang lembut, barisan tanaman melon berjejer rapi di hamparan lahan milik kelompok tani (Poktan) Kampung Kebun Tanjung Seumantoh.
Aroma tanah basah dan tawa petani bercampur riuh tepuk tangan kala buah-buah bulat hijau kekuningan itu dipetik satu per satu.
Hari itu, bukan sekadar panen, tapi sebuah penanda harapan baru petani tanah Bumi Muda Sedia sedang memanen masa depan mereka sendiri.
Acara panen raya dan launching Program Corporate Social Responsibility (CSR) Smart Farming ‘Pemberdayaan Petani Melon Mutiara’ yang digagas perusahaan plat merah [Pertamina EP (PEP) Rantau Field], bagian dari Pertamina Hulu Rokan Zona 1, menjadi bukti bahwa energi tak hanya lahir dari minyak dan gas. Tapi juga dari tangan-tangan petani yang berdaya.
“Saya ingin setiap kecamatan di Aceh Tamiang punya ikon pertanian. Seperti durian, manggis, dan kini melon mutiara dari Kebun Tanjung Seumantoh.” Syuibun Anwar, Plt Sekda Aceh Tamiang berujar.
Kolaborasi yang Menumbuhkan





