Melalui Workshop Peliputan, Dewan Pers Ajak Pimpinan Media Memberitakan Pemilu Damai, Adil dan Jujur

“Untuk mensukseskan pesta demokrasi pada Pemilu 2024 mendatang harus terciptanya ruang publik yang kondusif, sehat dan bersih dari berita palsu (fake news) serta hoaks. Publik menunggu tugas insan yang sesungguhnya sesuai azas dan kode etik,” kata Jamalul Insan.

Dari pengalaman pelaksanaan Pemilu sebelumnya, sejak dari awal dimulai hingga menjelang, bahkan saat pelaksanaan Pemilu, tentunya ruang publik sudah dipenuhi informasi atau berita-berita yang macam ragam bahkan, kerap berpotensi memecah belah kehidupan berbangsa dan bernegara.

BACA JUGA...  Bareskrim Selidiki Teror Kepala Babi di Kantor Tempo

“Yang terjadi pada Pemilu sebelumnya adanya berita hoaks, berita yang tidak jelas sumbernya, ujaran kebencian, dan informasi yang diskriminatif masih banyak ditemui,. Maka, harapan kita semua pada Pemilu yang akan datang paling tidak hal serupa bisa kita perkecilkan” ungkapnya.

Disisi lain jelas Jamalul, informasi-informasi tersebut bersumber dari sejumlah pihak, baik yang anonim maupun yang jelas statusnya, seperti relawan, tim sukses, termasuk juga para politisi atau tokoh-tokoh partai politik, yang terkadang langsung diterima publik.

BACA JUGA...  Sulaiman Manaf: Otsus Tak Seberapa, Aceh Dimiskinkan

“Banyak media yang digunakan untuk menyebarkan informasi saat menjelang hingga pelaksanaan Pemilu tidak hanya media non-jurnalistik (media sosial), tetapi sebagian diantaranya juga media jurnalistik (media mainstream),” jelas Jamalul.