Para peserta terlihat sangat antusias mengikuti muzakarah hingga sesi akhir. Setiap paparan dari narasumber diapresiasi dengan penuh perhatian, menandakan kuatnya komitmen masyarakat Aceh Utara untuk memahami dan menerapkan syariat Islam secara kaffah.
Pesan Bupati Ayah Wa: Ulama dan Umara Harus Bersinergi
Dalam sambutan pembukaan, Bupati Ayah Wa menyampaikan pesan penting mengenai urgensi sinergi antara ulama dan umara. Menurutnya, Maulid Nabi Muhammad SAW bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan momentum untuk meneladani akhlak mulia Rasulullah dalam membangun masyarakat yang berakhlak dan berkeadaban.
“Maulid adalah saat yang tepat untuk memperkuat komitmen kita dalam menjaga kemurnian aqidah umat. MPU Aceh telah mengeluarkan berbagai fatwa terkait aliran sesat, dan ini harus menjadi perhatian serius semua pihak,” tegasnya.
Ayah Wa juga mengajak aparatur gampong, ulama, dan tokoh masyarakat agar selalu berada di garis terdepan dalam menjaga ketertiban, moralitas, dan keharmonisan sosial sesuai tuntunan syariat Islam.
Zakat: Pilar Pemberdayaan Ekonomi Umat
Dalam pidatonya, Ayah Wa menyoroti potensi zakat sebagai instrumen strategis dalam pemberdayaan ekonomi umat dan pengentasan kemiskinan. Ia menegaskan bahwa optimalisasi zakat di lingkungan kerja dan usaha mampu menciptakan pemerataan kesejahteraan yang lebih baik.




