BANDA ACEH, (MA) – Masyarakat menilai pelayanan yang diterapkan oleh oknum petugas Angkutan Sungai Danau Penyeberangan (ASDP) di Pelabuhan Penyeberangan Ulee Lheu Banda Aceh sangat mengecewakan. Pasalnya, penerapan sistem pembelian tiket online secara total merugikan calon penumpang, ditambah lagi ada oknum petugas yang terkesan arogan.
Menurut para calon penumpang kapal Feri penyeberangan Ulee Lheu – Balohan Sabang petugas yang ditempatkan pelabuhan silakan memegang aturan yang telah ditentukan, namun kepentingan rakyat semestinya harus dikedepankan.
“Kapal masih kosong namun penumpang sudah tidak diterima lagi, ini namanya membuang-buang minyak yang disubsidi pemerintah. Seharusnya iika tiket online penumpang sudah tidak ada lagi diberi ruang kepada masyarakat lain secara menuai, agar masyarakat yang tidak mendapat tiket online bisa masuk ke kapal dengan membayar tunai dan juga kapal pun terisi,” kata salah seorang masyarakat kepada media ini Kamis (15/01/2016) yang kerap menggunakan jasa prnyeberangan kapal Feri antar Banda Aceh-Sabang.
Padahal keberadaan
Kapal Feri adalah salah satu moda transportasi laut yang penting, terutama untuk menghubungkan pulau-pulau di Indonesia. Pemerintah biasanya menyiapkan Kapal Feri untuk, mengangkut rakyat dan memastikan keselamatan dan kenyamanannya.



