Masjid Tuo Pulo Kambing, Cagar Budaya yang Kontroversi 

Sabtu, 15 April 2023

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Mesjid Tuo Pulo Kambing Kecamatan Kluet Utara Kabupaten Aceh Selatan.(Photo/Media Aceh/Maslow Kluet).

Mesjid Tuo Pulo Kambing Kecamatan Kluet Utara Kabupaten Aceh Selatan.(Photo/Media Aceh/Maslow Kluet).

Saat ini masjid telah diperbaiki dan di pugar beberapa kali, namun tampilannya masih dipertahankan seperti bentuk aslinya.

Sebagian besar konstruksinya masih menggunakan bahan kayu jenis reusak atau kayu damar, bahkan besi-besinya masih menggunakan bahan besi yang sama sejak masjid ini pertama kali dibangun, hanya saja bagian lantainya yang kini telah diubah dengan konstruksi semen dan keramik.

Seperti masjid tradisional di Indonesia pada umumnya, di bagian dalam masjid terdapat empat soko guru atau tiang penopang dengan ketinggian lebih kurang 15 Meter dan diameter sekitar satu Meter.

Tiang-tiang itu, dihiasi dengan ornamen-ornamen berupa tulisan  kaligrafi tentang kisah pembangunan masjid dan sejarah kerajaan Islam di Aceh.

BACA JUGA...  Tak Hanya Orang Tua, Anak anak juga Ikut Membantu

Pada salah satu tiang terdapat hal yang unik, yaitu air bening dan dingin yang kerap mengucur dan membasahi lantai masjid, warga pun sengaja membuat penampungan air di tiang ini.

Kucuran air dari tiang ini sudah ada sejak pertama kali masjid di bangun, warga percaya airnya memiliki keberkahan-keberkahan tertentu, namun sejak pondasi tiang diganti semen dan lantai masjid dipasangi keramik, intensitas kucuran air unik ini kini telah berkurang.

Tak hanya bagian dalam, bagian kubah masjid ini juga terbilang unik, bulatannya tak seperti kubah masjid pada umumnya melainkan bersegi-segi mirip pagoda.

Di bagian puncak kubah terdapat dua bulatan kerucut terpisah, satu berukuran besar dan yang di puncak bulatan kerucutnya lebih kecil.

BACA JUGA...  RSUD-YA Tapaktuan Selangkah Maju,  Menyediakan Spesialis Urologi

Pada kerucut yang besar dipasangi ornamen dengan formasi-formasi runcing, mirip seperti mahkota raja-raja zaman dahulu.

Beberapa benda peninggalan bersejarah kini masih bisa ditemukan di sini, seperti bedug yang terbuat dari batang kelapa tua serta kain sajadah tenun yang usianya diyakini warga telah mencapai ratusan tahun.

Karena keunikan dan sejarahnya, Masjid Tuo Pulo Kameng masuk ke dalam salah satu benda cagar budaya dan menjadi destinasi wisata religi.

Penetapan sebagai destinasi wisata religi itu, melalu surat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Nomor  PM 90/PW.007/MKP/2011 tanggal 17 Oktober 2011.

Lalu bagaimana keberadaan mesjid itu sekarang ini? Selain menjadi tempat beribadah, masjid ini juga menjadi objek wisat

BACA JUGA...  PT IBUE Siap Bangun PLTSa Berkapasitas 11,8 Megawat di Banda Aceh

Penetapan sebagai destinasi wisata religi itu, melalu surat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Nomor  PM 90/PW.007/MKP/2011 tanggal 17 Oktober 2011.

Lalu bagaimana keberadaan mesjid itu sekarang ini? Selain menjadi tempat beribadah, masjid ini juga menjadi objek wisata dan menjadi salah satu  destinasi wisata di Aceh Selatan.

Kunjungan warga lokal di Aceh Selatan dan Aceh pada khususnya sangat ramai pada musim tertentu.

Bahkan, kunjungan warga luar Aceh ke destinasi ini semakin  meningkat dari tahun ke tahun, sejalan dengan keinginan masyarakat agar Mesjid Pulo Kambing tetap lestari.(Maslow Kluet).

Berita Terkait

Ada Apa dengan Taman Budaya Sabang? BPJS Kesehatan Dipertanyakan
RSUD Yuliddin Away Kini Layani Pemasangan Ring Jantung
Program JKN Kian Kokoh, BPJS Kesehatan Cetak SDM Sehat Menuju Indonesia Emas 2045
Wakapolres hingga Kasat Reskrim Berganti, Polres Aceh Selatan Gelar Sertijab
Hari Bhayangkara ke-80, Polres Aceh Selatan Perkuat Sinergi dan Apresiasi Personel Berprestasi
Muzakir dan Tri Susanti Sirait Juara Bhayangkara Run Aceh Selatan 
70 Irpom Diturunkan, Aceh Tamiang Kebut Pemulihan 2.673 Hektare Sawah Pascabanjir
Sejumlah Insiden MBG di Aceh Selatan Diduga Akibat Lemahnya Koordinasi dan Pengawasan

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 17:53 WIB

Ada Apa dengan Taman Budaya Sabang? BPJS Kesehatan Dipertanyakan

Jumat, 14 Agustus 2026 - 18:07 WIB

RSUD Yuliddin Away Kini Layani Pemasangan Ring Jantung

Kamis, 2 Juli 2026 - 21:03 WIB

Program JKN Kian Kokoh, BPJS Kesehatan Cetak SDM Sehat Menuju Indonesia Emas 2045

Kamis, 2 Juli 2026 - 20:40 WIB

Wakapolres hingga Kasat Reskrim Berganti, Polres Aceh Selatan Gelar Sertijab

Rabu, 1 Juli 2026 - 20:22 WIB

Hari Bhayangkara ke-80, Polres Aceh Selatan Perkuat Sinergi dan Apresiasi Personel Berprestasi

Berita Terbaru

OLAHRAGA

KSMI Siapkan Liga Santri dan Piala Asia

Minggu, 23 Agu 2026 - 18:26 WIB

Mahasiswa KKN Kelompok 24 Unimal melakukan penanaman tanaman.

PENDIDIKAN

KKN Kelompok 24 Ubah Lahan Kosong Jadi Lahan Produktif

Minggu, 23 Agu 2026 - 17:25 WIB

RAGAM BERITA

Ambal Warso Ke-32 : Lestarikan Budaya Jawa

Minggu, 23 Agu 2026 - 15:27 WIB

Sekda Aceh, M. Nasir, S.IP., MPA

NANGGROE

Belum Genap 2 Tahun, M. Nasir Tinggalkan Kursi Sekda Aceh

Minggu, 23 Agu 2026 - 12:41 WIB

Foto bersama di puncak Benteng A Batere Meteo Gampong CIT Ba'U Sabang

PERISTIWA

Cot Ba’u Didorong Jadi Destinasi Wisata Budaya

Sabtu, 22 Agu 2026 - 22:38 WIB